Fenomena Krisis Ojol Ternyata Ini Penyebabnya: Kapitalisme Tingkat Dewa

Ferry Noviandi

Jum'at, 13 Maret 2026 | 21:40 WIB
Fenomena Krisis Ojol Ternyata Ini Penyebabnya: Kapitalisme Tingkat Dewa
Penumpang atau pelanggan belakangan kesulitan mendapatkan driver ojol di jam-jam sibuk. Ilustrasi ojol. (ilustrasi ojol-Freepik)

Suara.com - Belakangan ini, warga di berbagai kota besar di Indonesia mengeluhkan fenomena langkanya driver ojek online (ojol) di jam-jam sibuk maupun waktu normal.

Penantian panjang hingga pembatalan pesanan secara sepihak menjadi makanan sehari-hari pengguna aplikasi.

Namun, sebuah pengakuan mengejutkan dari akun Threads @silenceawhile membongkar sisi gelap di balik layar aplikator besar seperti Gojek, Grab, dan Shopee yang memicu krisis ini.

Melalui Thread viralnya, seorang mitra driver membuka suara dengan lantang.

"Gue driver ojol (Gojek) please lo wajib baca ini syukur-syukur kalau lo share biar se-Indonesia pada melek apa yang terjadi," katanya memulai Threadnya.

Dia menyebutkan bahwa krisis ini bukan sekadar masalah musim liburan atau high season, melainkan akibat dari kebijakan sistemik yang dia sebut sebagai "Kapitalism Tingkat Dewa".

Penyebab utama dari sulitnya mendapatkan driver ternyata berakar pada kebijakan internal aplikator yang membagi driver menjadi dua kasta yakni mereka yang membayar langganan dan driver reguler.

Driver kini dipaksa mengikuti apa yang disebut "Program dajjal bernama layanan hemat".

Dalam program ini, driver harus membayar biaya langganan sebesar Rp20 ribu per hari atau sekitar Rp600 ribu per bulan demi mendapatkan jaminan minimal 10 orderan sehari.

baca juga

Dampaknya sangat fatal bagi ekosistem transportasi online.

"Algoritma sistem ojol akan memprioritaskan orderannya ke orang-orang yang bayar ini, sedangkan orang-orang yang enggak mau diperbudak dan milih enggak bayar akhirnya cuma dapet sisaan," katanya mengungkap.

Berapa THR untuk Ojol 2026? Cek Udate Kebijakan & Perkiraan Besarannya (antara)
Agar bisa mendapatkan minimal 10 penumpang atau orderan setiap hari, driver harus membayar uang sehari Rp20 ribu atau Rp600 ribu sebulan. Driver yang menolak membayar ini, hanya akan menapat orderan sisaan. (Antara)

Hal ini menjelaskan mengapa seringkali ada driver yang lokasinya dekat dengan pelanggan namun tidak mendapatkan orderan, sementara orderan justru dilempar ke driver "prioritas" yang jarak penjemputannya bisa mencapai 5 hingga 8 kilometer.

Ketidakadilan tidak hanya dirasakan oleh driver, tetapi juga pelanggan.

Banyak pengguna mengeluhkan tarif selangit saat jam sibuk atau hujan, namun nyatanya kenaikan harga tersebut diduga tidak masuk ke kantong driver.

Sebaliknya, layanan murah yang dinikmati konsumen sebenarnya adalah hasil dari pemotongan biaya yang dibebankan kepada mitra.

"Customer bayar mahal tapi enggak masuk ke driver, customer bayar murah itu karena disubsidi sama duit driver," imbuhnya.

Kondisi ini membuat driver reguler enggan mengambil pesanan karena biaya bensin untuk menjemput pelanggan di lokasi yang jauh seringkali tidak sebanding dengan pendapatan yang hanya berkisar Rp8.000.

Sementara itu, driver prioritas yang sudah memenuhi target harian cenderung mematikan aplikasi lebih cepat, sehingga terjadi kekosongan armada di lapangan yang berujung pada penumpukan pesanan yang tidak tertangani.

Krisis ini semakin diperparah dengan munculnya program pengiriman kilat yang memaksa driver bekerja di luar batas kewajaran.

Program seperti GoSend satu jam sampai menuntut driver melakukan penjemputan dalam hitungan menit tanpa toleransi.

"Aplikator lagi-lagi ngeluarin ide iblis gimana caranya bisa menyiksa drivernya, dibuatlah program Gosend sejam sampe," ucapnya.

Tekanan ini tidak hanya menurunkan kualitas layanan, tetapi juga mengancam nyawa.

Dalam waktu kurang dari 4 menit, paket sudah harus dijemput, sebuah tuntutan yang seringkali memicu kecelakaan fatal akibat kelelahan dan ketergesaan di jalan raya.

Akibat dari kebijakan yang hanya mementingkan profit perusahaan ini, fenomena kelangkaan driver pun menjadi tak terelakkan.

Selama sistem algoritma masih memprioritaskan "uang langganan" daripada efisiensi jarak, maka kemacetan pesanan di kota-kota besar jantung Indonesia akan terus berlanjut.

Kontributor : Tinwarotul Fatonah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Full Senyum! Mitra Driver Gojek dan Keluarga Berangkat Mudik Gratis

Full Senyum! Mitra Driver Gojek dan Keluarga Berangkat Mudik Gratis

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:37 WIB

Prabowo Minta THR ASN Dibayar Tepat Waktu, Aplikator Bayar BHR Ojol Rp400 Ribu-Rp 1,6 Juta

Prabowo Minta THR ASN Dibayar Tepat Waktu, Aplikator Bayar BHR Ojol Rp400 Ribu-Rp 1,6 Juta

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:08 WIB

Gojek Bagi Rahasia Mudik Nyaman Bebas Ribet di Terminal Giwangan Jogja, Praktis dan Anti Semrawut

Gojek Bagi Rahasia Mudik Nyaman Bebas Ribet di Terminal Giwangan Jogja, Praktis dan Anti Semrawut

Otomotif | Jum'at, 13 Maret 2026 | 10:05 WIB

Pengemudi Ojol Bersyukur Besaran BHR Naik dari Tahun Lalu

Pengemudi Ojol Bersyukur Besaran BHR Naik dari Tahun Lalu

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 19:58 WIB

Rekor MURI! 1.147 Driver Gojek Bersihkan 147 Masjid Serentak di 14 Kota saat Ramadan

Rekor MURI! 1.147 Driver Gojek Bersihkan 147 Masjid Serentak di 14 Kota saat Ramadan

Tekno | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:11 WIB

Tebar Kebaikan Sesama, Ribuan Mitra Gojek Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

Tebar Kebaikan Sesama, Ribuan Mitra Gojek Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 22:54 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×