- Aktor Ivan Ray mengaku mulai mengenal narkoba jenis putau (heroin) saat masa SMA melalui tawaran teman sebaya.
- Ketergantungan putau menyebabkan Ivan mengalami 'ngetrop' dan sakit luar biasa saat mencoba berhenti mengonsumsi.
- Ivan Ray sempat menjadi bandar narkoba dalam kurun waktu satu tahun memanfaatkan sistem penjualan Paket Hemat (Pahe).
Suara.com - Aktor Ivan Ray yang dikenal luas sebagai pemeran Bagas dalam sinetron legendaris Jinny Oh Jinny, melontarkan pengakuan mengejutkan.
Ivan Ray, melalui kanal YouTube Indra Bruggman secara blak-blakan bilang kalau pernah bersinggungan dengan narkoba.
Lebih dari itu, lawan main Diana Pungky ini bahkan pernah menjadi bandar narkoba.
"(Mengenal narkoba) SMA itu. Ya gara-gara ditawarin temen gue. Temen SMA," kata Ivan Ray pada unggahan di 10 Maret 2026.
Bukan sekadar ganja atau obat terlarang ringan, Ivan langsung bersinggungan dengan narkotika jenis putau atau heroin.
"Iya, itu putau dikenalin. Anak SMA udah tau kayak gitu? Jangan kan SMA, itu kalau nggak salah setelah gue selesai sekolah itu ada anak SMP yang ikutan," tuturnya.
Efek penggunaan putau
Efek dari penggunaan putau membuat Ivan Ray sering berada dalam kondisi yang disebutnya sebagai 'ngetrop' atau giting.
Berbeda dengan alkohol yang membuatnya ekspresif, putau justru menciptakan halusinasi dan kenyamanan semu dalam kesendirian yang mendalam.
Kondisi tersebut membuatnya merasa memiliki dunia sendiri dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar, termasuk urusan pendidikannya. Ia mengaku sangat menikmati sensasi tersebut tanpa memikirkan risiko kesehatan yang mengintai nyawanya setiap saat.
"Kalau ini ngetrop jadi sebenarnya lebih ke punya dunia sendiri aja kalau lu udah giting itu udah enak aja sendiri aja," ungkap Ivan Ray.
Seiring berjalannya waktu, rasa ketergantungan Ivan terhadap putau semakin meningkat.
Ia menjelaskan, putau menyerang aliran darah sehingga menciptakan rasa sakit yang luar biasa jika ia mencoba untuk berhenti memakainya secara mendadak.
Tubuhnya akan terasa remuk dan tidak bertenaga jika dosis harian tidak segera masuk ke dalam sistem metabolisme tubuhnya.
Hal inilah yang memaksa para pecandu untuk terus mencari barang tersebut dengan cara apa pun demi menghilangkan rasa sakit.
"Kalau lu nggak make itu sakit badan lu. Bener-bener badan lu yang butuh. Istilahnya lu nggak pake badan lu nggak enak, remuk gitu," paparnya.
Trik Ivan Ray jual narkoba, ada paket hemat
Karena harga narkoba yang mahal dan kebutuhannya yang semakin tinggi, Ivan Ray memutar otak mendapatkan uang tambahan.
Ia kemudian menjadi pengedar dan menjual barang tersebut kepada teman-temannya.
Ivan Ray pun memiliki trik agar barang dagangannya cepat laku.
Sang aktor, menciptakan sistem penjualan yang disebutnya sebagai 'Pahe' atau Paket Hemat.
"Ada yang namanya pahe, paket hemat. Harganya kalau paketan itu ada yang Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu," ucapnya.
Untuk memaksimalkan keuntungan, ia membeli putau dalam bentuk bongkahan atau batu. Lalu mengolahnya sendiri di tempat persembunyiannya.
Ia menghaluskan bongkahan tersebut menjadi serbuk halus agar bisa dibagi-bagi menjadi puluhan paket kecil siap edar.
"Halusinnya pake kartu ATM sama kartu handphone tuh yang digesek-gesek. Gue sih biasanya di kaca ya, supaya nggak kececeran," kata Ivan menceritakan tekniknya.
Dari pengedar jadi bandar
Bisnis haram tersebut ternyata membuahkan keuntungan finansial yang sangat besar bagi seorang anak SMA pada masa itu.
Hanya dalam kurun waktu satu tahun, Ivan Ray menjadi bandar atau biasa disebut dengan istilah BD.
"Setahun doang. Bentar doang itu waktu SMA itu. Dan lumayan untungnya emang. Orang gue bisa beli PS sendiri, beli TV sendiri," ucapnya.
Namun, kejayaan dari bisnis haram tersebut tidak bertahan lama karena ia mulai merasakan kelelahan fisik dan mental yang luar biasa.
Ivan akhirnya memutuskan berhenti total dan menahan rasa sakit sakau secara mandiri sebelum sempat dibawa ke tempat rehabilitasi.
"Capek sih. Gue sampai istilahnya nggak pulang gue... gue niat udah deh gue berhenti di sini aja deh gue tahan mati-matian di sini," tutup Ivan Ray mengenang perjuangannya.