- Drummer band Rocker Kasarunk, Ian Wibisono, meninggal dunia di usia 53 tahun pada Selasa petang di RS Fatmawati.
- Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan penyakit kanker stadium 3A selama sekitar tiga tahun terakhir.
- Kondisi Ian menurun drastis saat proses pemindahan ke ruang ICU akibat komplikasi paru-paru sebelum akhirnya dinyatakan wafat pukul 18.38 WIB.
Suara.com - Kabar duka kembali menyelimuti industri musik Tanah Air. Penabuh drum band Rocker Kasarunk, Christian 'Ian' Wibisono, meninggal dunia.
Musisi beraliran rock tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Selasa (17/3/2026) petang.
Ian Wibisono wafat di usia 53 tahun setelah berjuang melawan penyakit ganas yang menggerogoti tubuhnya selama beberapa tahun terakhir.
"Kanker stadium 3 A menjelang ke empat. Kalau dihitung-hitung sih sebenarnya sudah 2 tahun, 3 tahun terakhir ya," kata Ricky Tebo dalam sambungan telepon, hari ini.
Ricky Tebo kemudian bercerita detik-detik sahabatnya wafat. Menurutnya, Ian Wibisono awalnya dirawat di RSUD Pasar Minggu lalu ke RS Dharmais.
Baru kemudian, Ivan Wibisono ditangani di Rumah Sakit Fatmawati. Ia pun menjalani perawatan di ICU.
"Oke, jadi tadi siang, Ian kan masuk ke Rumah Sakit Fatmawati ya. Tapi kayaknya sih begini ya, harusnya tuh dia sudah masuk ke ICU, itu sekitar jam 1-an lah harusnya ya. Tapi karena ICU penuh, Ian akhirnya baru bisa masuk 17.30," kata Ricky Tebo.
Dalam proses pemindahan, kondisi Ian Wibisono perlahan drop. Ricky sempat bingung karena ada pergantian tabung oksigen.
"Karena dia kan paru-paru ya, tadi kan paru-paru, jadi lepas oksigen satu atau tiga detik aja itu tuh sangat berpengaruh buat dia gitu loh," jelas Ricky Tebo.
"Terus pas saya masuk saya lihat Ian matanya kayak udah mendelik ke atas," imbuhnya bercerita.
Di sinilah Ricky Tebo panik. "Wah, saya langsung teriak, 'Ian!' saya panggil, 'Ian, Ian, sadar, Ian!' gitu kan. Cuma tidak ada respons," tuturnya.
Suasana di rumah sakit menjadi sangat kacau karena momen tersebut bertepatan dengan waktu petugas medis sedang berbuka puasa.
Meskipun tim dokter sempat menawarkan tindakan pompa jantung, pihak keluarga memilih untuk merelakan Ian pergi tanpa rasa sakit lagi.
"Detaknya sudah lemah, kalau pompa jantung, risikonya sangat banyak. Tulangnya bisa saja retak," kata Ricky Tebo.
Keluarga akhirnya ikhlas melepas Ian Wibisono. Pukul 18.38 sang drummer dinyatakan meninggal dunia.