- Ramadan 2026 menjadi fase krusial bagi Inara Rusli karena menghadapi kasus dugaan perzinaan yang dilaporkan Wardatina Mawa.
- Inara Rusli ditemui di Tebet, Jakarta Selatan, pada 16 Maret 2026, menyatakan ini kali ketiga Ramadan berat baginya.
- Kasus ini bermula laporan 22 November 2025, dengan bukti CCTV di rumah Inara yang telah dilakukan olah TKP 16 Maret 2026.
Suara.com - Ramadan 2026 menjadi fase krusial bagi Inara Rusli. Di tengah proses hukum kasus dugaan perzinaan yang dilaporkan Wardatina Mawa, Inara blak-blakan menyebut momen ini sebagai salah satu titik terendah sekaligus ajang pembuktian mental baginya.
Ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin, 16 Maret 2026, Inara tak menampik rasa sedih karena harus menghadapi tuduhan berat di bulan suci.
Namun, dia enggan larut dalam keterpurukan. Bagi Inara, ini adalah kali ketiga dirinya melewati Ramadan dengan beban mental yang hebat.
"Aku dalam hidup sudah sekitar tiga kali ya mengalami Ramadan yang berat. Ramadan berat pertama itu waktu aku kehilangan ayah aku. Ramadan berat kedua ketika pertama kali menjalani Ramadan dalam status single mother. Ramadan ketiga ya yang kali ini," kata Inara Rusli.
Ketegaran Inara menghadapi kasus ini bukan tanpa alasan. Dia mengaku mental bajanya sudah terbentuk sejak dini akibat pola asuh orang tua yang disiplin dan lingkungan yang menuntutnya untuk mandiri.

"Dari kecil hidup aku sudah keras banget. mama papa aku tuh termasuk orang yang otoriter. Jadi sudah terbiasa menghadapi situasi yang sulit ya, harus mandiri. Terus ketika papa juga sudah tidak ada, yang biasanya apa-apa tersedia, tiba-tiba harus berdiri di kaki sendiri," tuturnya.
Meski status hukumnya kini masuk ke tahap penyidikan di Polda Metro Jaya, Inara justru melihat masalah ini sebagai bentuk kasih sayang Tuhan kepadanya.
Inara memiliki perspektif yang berbeda dalam memandang ujian hidup. Alih-alih merasa dihukum, dia justru merasa diselamatkan agar tidak jauh dari jalur agama.
"Aku bersyukur aku tidak dibuat terlena sama kenikmatan hidup. Karena yang paling berbahaya itu justru kalau Allah membiarkan kita terlena, itu namanya istidraj. Jadi aku masih bersyukur karena Allah tandanya masih sayang sama aku. Allah ingin aku benar-benar kembali ke jalan yang lurus," jelas ibu tiga anak tersebut.
Kasus yang menyeret nama Inara ini bermula dari laporan Wardatina Mawa pada 22 November 2025. Inara dituding menjalin hubungan gelap dengan suami Mawa, Insanul Fahmi.
Bukti utamanya berupa rekaman CCTV berdurasi dua jam dari rumah Inara yang memperlihatkan aktivitas pribadi keduanya.
Penyidik bahkan telah melakukan olah TKP di kediaman Inara pada Senin, 16 Maret 2026.
Menanggapi situasi yang kian menyudutkannya, Inara memilih kembali ke peran dasarnya sebagai orang tua.
"Balik lagi ke sunnatullah, menjadi seorang ibu, menjadi seorang pendidik, menjadi madrasah bagi anak-anaknya. Selama kita benar-benar menjalankan peran itu dan kita amanah terhadap peran yang sudah diberikan oleh Allah, insya Allah pasti ada jalan kok," ucapnya optimis.
Inara meyakini bahwa keimanannya sedang diuji melalui hal yang paling dia benci. Baginya, setiap orang yang mengaku beriman tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa ujian yang bertubi-tubi.