- Emy Aghnia menuai kecaman keras karena menyisipkan promosi produk (endorsement) dalam konten duka meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano.
- Ia dinilai sering memanfaatkan situasi sensitif, mulai dari kasus penganiayaan anak kandung hingga konten visual yang tidak pantas, demi kepentingan engagement.
- Rentetan skandal busana dan konten "blunder" yang berulang membuat publik melabelinya sebagai figur yang sengaja memicu kontroversi demi popularitas digital.
Suara.com - Selebgram asal Malang Emy Aghnia alias Aghnia Punjabi, kembali memanen hujatan massal di media sosial.
Pengusaha sekaligus konten kreator ini dituding tidak memiliki empati setelah menyisipkan endorsement dalam konten yang membahas kabar duka meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano pada beberapa waktu lalu.
Tindakan ini memicu kemarahan publik dan rekan sesama artis. Namun ternyata, masalah ini bukan satu-satunya kontroversi Aghnia selama berkarier di dunia digital.
Berikut adalah deretan kontroversi Aghnia Punjabi:
1. Memanfaatkan Kabar Duka Vidi Aldiano demi Iklan
Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan tutup usia pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah berjuang melawan kanker ginjal. Di tengah suasana duka, Aghnia mengunggah video pada Selasa, 17 Maret 2026, yang awalnya tampak seperti sebuah penghormatan (tribute).
Video tersebut menampilkan cuplikan almarhum Vidi yang sedang berbicara mengenai pentingnya kesehatan di atas harta. Namun, di akhir video, narasi tersebut dialihkan alias bridging untuk mempromosikan sebuah produk suplemen kesehatan.
Sontak, aksi ini dikecam keras oleh sahabat dekat almarhum. Aktris Fita Anggriani dan presenter Reza Chandika secara terbuka meluapkan kekesalan mereka melalui Instagram Story.
"Enggak punya otak! Orang lagi berduka malah dijadikan bahan jualan," tulis salah satu sahabat mendiang dalam unggahannya.
Aghnia kemudian menghapus unggahan tersebut dan meminta maaf.
"Saya mengaku khilaf. Niat awal ingin berbagi pengingat tentang kesehatan, namun saya sadar menyertakan nama brand di sana sangat tidak tepat," ungkap ibu dua anak tersebut.
2. Eksploitasi Kasus Penganiayaan Anak
Pada Maret 2024, putri Aghnia yang berinisial C menjadi korban kekerasan fisik oleh pengasuhnya sendiri.
Meski awalnya mendapat simpati penuh dari publik, citra Aghnia perlahan bergeser karena dia dianggap terlalu mengeksploitasi kondisi anaknya demi konten.
Netizen menyoroti banyaknya unggahan yang memperlihatkan luka-luka sang anak secara detail yang kemudian disusul dengan narasi promosi atau kegiatan komersial lainnya.