Suara.com - Pemandangan menarik terekam di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Seorang pengendara McLaren mempersilakan ibu-ibu yang ingin memotret sang putra di depan supercar miliknya.
Dari percakapan yang terekam, diketahui bahwa putra ibu-ibu tersebut berusia 14 tahun.
Video viral itu semula dikira mengharukan karena merekam momen seorang ibu-ibu ingin putranya menjadi orang sukses dengan memiliki supercar.
Namun semuanya berubah ketika pemilik mobil McLaren mengungkap ibu-ibu tersebut mengendarai mobil impiannya.
"Ibunya naik BMW. Ibunya naik BMW yang pengen gue beli tuh!" tutur si pemilik McLaren.
Bukannya tak mampu membeli, putra ibu-ibu yang mengendarai BMW hanya belum bisa menyetir dan belum cukup umur.
Kendati begitu, si pemilik McLaren tetap menggoda ibu-ibu pengendara BMW untuk membeli supercar-nya yang bernilai miliaran rupiah.
"Kalau dibayarin gimana Bu? Murah Bu, 5 M (Miliar). Bayarinlah enggak apa-apa, buat anaknya boleh," goda pemilik McLaren.
"Jual dulu," jawab si ibu-ibu sambil menunjuk mobil BMW miliknya.
Menanggapi konten tersebut, netizen tak jadi mengasihani karena mereka sendiri lebih menyedihkan.
"Ternyata kasian yang nonton," komentar akun @hharyaw***.
"Beginilah kisah orang kaya bertemu sama orang kaya banget. Dan yang nonton video ini orang-aring," sahut akun @fnh***.
"Bercandaannya orang kaya lucu ya, aku jadi pingin kaya," balas akun @nastiti***.
"Si anak kepengin mobil kayak masnya, si masnya kepengin mobil kayak si ibu dari anaknya, itulah hidup," kata akun @megga***.
Dari dua mobil dalam video yang viral tersebut, mana yang lebih mahal?
Sebagai informasi, harga mobil McLaren yang masuk di Indonesia tergantung kategorinya.
Yang paling 'murah' adalah kategori Sports Series yakni McLaren 540C dan 570S, mulai Rp4,9 miliar.
Sementara harga McLaren 720S bisa mencapai Rp8,8 miliar, McLaren GT Rp7,5 miliar, dan McLaren Senna di atas Rp25 miliar.
Sedangkan mobil BMW yang dikendarai ibu-ibu dalam video viral itu diperkirakan adalah series 7.
Harga BMW 7 Series (Generasi G70) di Indonesia sendiri sekitar Rp2,7 miliar hingga Rp3,5 miliar untuk yang listrik.
Kontributor : Neressa Prahastiwi