- Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengamati konten tentang putranya mendominasi media sosial pasca wafat.
- Data pemantauan digital menunjukkan Vidi Aldiano mencapai tingkat keterlihatan 98 persen di media sosial.
- Sentimen publik terhadap Vidi Aldiano didominasi oleh konten positif selama pekan pertama kematiannya.
Suara.com - Memasuki pekan kedua setelah kepergian Vidi Aldiano, sang ayah, Harry Kiss, mengungkap tingginya perhatian publik terhadap putranya di media sosial.
Menurut pengamatannya, konten tentang Vidi masih mendominasi media sosial dengan sentimen yang didominasi hal-hal positif. Hal ini ia ketahui setelah melihat langsung data pemantauan digital.
"Alhamdulillah sampai sekarang di media sosial, dari hari pertama sampai hari ketujuh, saya lihat di war room Mabes Polri, ternyata Vidi itu tingkat keterlihatannya mencapai 98 persen," kata Harry Kiss saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Minggu, 22 Maret 2026.
Harry juga menyebut, hampir seluruh beranda media sosial atau FYP dipenuhi oleh cerita-cerita baik tentang almarhum, tanpa diwarnai kabar negatif.
"Jadi bukan 50 persen atau berapa, hampir semua isi FYP itu tentang Vidi. Dan yang muncul itu yang baik-baik, yang positif sampai 98 persen," tambahnya.

Bagi Harry, tingginya sentimen positif tersebut menjadi bukti bahwa julukan "Duta Persahabatan" yang selama ini melekat pada Vidi memang bukan tanpa alasan.
Dia menilai kebaikan sang putra diakui oleh banyak orang dari berbagai kalangan.
"ya, dia (Vidi) baik. Yang bersaksi Vidi baik itu enggak cuma kalian, tapi banyak sekali," tutur Harry.
Seperti diketahui, Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 16.33 WIB di usia 35 tahun. Pelantun lagu "Status Palsu" itu mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kanker ginjal stadium lanjut selama tujuh tahun.
Hingga kini, doa dan simpati masih terus mengalir untuk keluarga yang ditinggalkan, termasuk sang istri, Sheila Dara Aisha.