Suara.com - Prank berkedok makan gratis saat lebaran tengah ramai menjadi perbincangan di media sosial, khususnya Threads.
Semua berawal dari postingan akun @911x_y yang mengundang warga Jakarta untuk makan gratis di rumahnya pada momen Lebaran.
"Buat siapa pun di Jakarta yang tidak mudik dan mau makan opor ayam, ketupat, rendang, dan minum makanan lainnya edisi lebaran, besok saya open house," tulis akun @911x_y.
Pemilik akun yang kemudian diketahui bernama Arsyad Albanjari membuka pintu apartemennya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat untuk berapa pun tamu yang hadir.
"Nanti pas sampai lobby bilang saja ke security-nya minta tolong telfonin ke unitnya Arsyad Albanjari. Sampai jumpa semuanya," imbuh Arsyad.
Lebih lanjut, Arsyad menegaskan undangannya serius dan tak akan dibuat konten.
Acara makan gratis saat Lebaran murni dibuatnya karena pernah merasakan hidup di perantauan tanpa keluarga.
Potret ketupat dan makanan yang telah siap dihidangkan pun diunggah akun @911x_y untuk meyakinkan pengguna media sosial.
"10:18 WIB masih belum ada yang datang ke open house saya. Saya tunggu sampai jam 5 sore ya terima kasih," pungkasnya.
Faktanya undangan Arsyad Albanjari hanya prank. Sejumlah warganet yang datang ke lokasi memberikan kesaksiannya.
Salah satunya akun Threads @rharabeee yang mengaku tinggal di apartemen yang dijadikan Arsyad sebagai lokasi open house.
Ia merekam percakapannya dengan security apartemen yang ikut kena prank karena didatangi banyak orang yang datang untuk makan.
"Kata security, wkwkwk ini potongan yang kerekam aja ya. Intinya kata security prank. Penipu. Security udah pada sebel ini," tulis akun @rharabeee.
"Ini tadi temen gw ke sana, dan security lobby bilang ada 20an orang juga yang dateng kayak mas.. security nanya towernya apa? Jawab tower C lalu unitnya nomer berapa? Nah pada gak bisa jawab dan gak ada WA juga," sahut akun @juno.hahaa turut memberikan kesaksian.
Kini postingan undangan makan gratis tersebut telah hilang dari akun @911x_y.

Di sisi lain, Arsyad Albanjari melalui akun Instagram miliknya justru menantang.
Sambil memberi tahu lokasinya, yakni di Yogyakarta, Arsyad menjawab kritik warganet dengan santai.
"Disuruh masuk rumah sakit jiwa sama warga Threads. Jangan kecewa ataupun iri dengki kalau kehidupan gue tetap baik-baik saja tidak sesuai ekspektasi kalian," ujarnya.
Karena sedang lebaran, Arsyad pun tak berniat melaporkan orang-orang yang menghinanya tersebut.
Sebaliknya, Arsyad mempersilakan orang-orang yang merasa tertipu olehnya untuk melaporkan kepada pihak berwajib.
"Yah masih suasana lebaran, jadi apapun yang kalian posting, silakan posting di Threads ya. Dan gue sudah memaafkan kalian, tidak ada proses hukum apapun untuk kalian," kata Arsyad.
"Apabila ada yang merasa dirugikan, silakan membuat laporan LP (Laporan Polisi). Gue akan fair ya," tandasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada warganet yang mengaku melaporkan Arsyad.
Namun warganet banyak menandai akun Instagram Kombes. Pol. Dr. Manang Soebeti, Sik., M.Si. yang menjabat sebagai Auditor Kepolisian Madya Tingkat II di Itwasum Polri untuk mengusut kasus ini.
Kontributor : Neressa Prahastiwi