Hal ini membuat sebagian penggemar menilai cinta Francesca kepada John menjadi terlihat kurang mendalam.
Sementara itu, tim produksi menganggap pendekatan ini menambah lapisan konflik batin yang lebih modern.
3. Hilangnya Isu Infertilitas yang Relatable

Isu infertilitas yang menjadi inti cerita Francesca dalam novel juga menjadi sorotan utama dalam kontroversi ini.
Banyak pembaca merasa topik tersebut sangat penting karena merepresentasikan perjuangan emosional perempuan secara nyata.
Perubahan pasangan membuat penggemar khawatir isu tersebut akan dihilangkan atau diubah secara signifikan.
Padahal konflik tersebut dianggap sebagai salah satu elemen paling menyentuh dalam cerita aslinya.
Sebagian pihak berspekulasi cerita akan diganti dengan perjuangan membangun keluarga alternatif yang lebih modern.
4. Lompatan Alur yang Abaikan Karakter Lain

Keputusan fokus pada Francesca memicu kritik karena dianggap melompati urutan cerita karakter lain dalam keluarga Bridgerton.
Tokoh seperti Eloise (Claudia Jessie) dinilai seharusnya mendapatkan porsi cerita lebih dulu sesuai alur novel.
Penggemar merasa perubahan ini membuat struktur cerita menjadi tidak konsisten dengan sumber aslinya.
Kekecewaan muncul karena karakter lain sudah lama dinantikan perkembangan kisahnya oleh penggemar setia.
Namun strategi ini dianggap efektif untuk menarik perhatian publik melalui kontroversi yang ramai diperbincangkan.
5. Debat Representasi vs Akurasi Sejarah

Kontroversi terakhir berkaitan dengan perdebatan antara nilai representasi modern dan akurasi sejarah dalam cerita.
Sebagian pihak menilai romansa sesama jenis di era bangsawan tersebut tidak realistis secara sosial maupun hukum.
Mereka beranggapan cerita menjadi terlalu jauh dari kondisi sejarah yang sebenarnya terjadi pada masa itu.