Netflix kembali memberikan kejutan besar dengan merilis tiga pengumuman penting sekaligus terkait animasi populer One Piece.
Selain mengumumkan judul dan tahun penayangan untuk serial One Piece Live-Action musim ketiga serta proyek animasi LEGO One Piece, Netflix juga mengonfirmasi proyek anime terbaru bertajuk The One Piece.
Banyak penggemar yang bertanya-tanya, apakah serial ini akan membawa narasi atau karakter-karakter yang benar-benar asing pada kisah Luffy.
Namun, ternyata jawabannya adalah tidak, The One Piece tetap setia mengangkat pondasi cerita dan karakter yang sama dari manga asli karya Eiichiro Oda.
Lalu apa bedanya? Yuk, simak perbedaan The One Piece dengan versi original yang masih tayang hingga saat ini!
1. Proyek Remake One Piece

The One Piece diperkenalkan sebagai proyek remake atau pembuatan ulang dari anime One Piece original yang sudah mengudara sejak tahun 1999.
Narasi dalam versi ini akan membawa kita bernostalgia kembali ke titik nol, dimulai dari East Blue Saga.
Eksistensi proyek ini pertama kali diungkap pada ajang bergengsi Jump Festa 2024.
Versi remake ini menjanjikan visi kreatif yang segar dan berbeda dari tim produksi anime aslinya yang sudah berjalan puluhan tahun.
2. Transformasi Visual di Bawah Kendali Wit Studio

Selama hampir 27 tahun, sejak tahun 1999 hingga 2026 ini, hak produksi anime orisinal One Piece berada di bawah naungan Toei Animation tanpa pernah berpindah tangan.
Namun, untuk proyek remake eksklusif di Netflix ini, tanggung jawab estetika visual sepenuhnya diserahkan kepada Wit Studio.
Wit Studio adalah studio prestisius di balik mahakarya hits dunia seperti Attack on Titan, Vinland Saga, hingga Spy x Family.
Berpindahnya kendali artistik ke tangan Wit Studio, membuat adanya perbedaan mencolok.
Melalui teaser yang telah dirilis, terlihat perbedaan signifikan mulai dari gradasi warna kulit karakter, ketajaman garis ilustrasi, hingga dinamika ekspresi yang lebih kaya.
Wit Studio juga dikenal memiliki reputasi dalam menghasilkan animasi seni modern yang konsisten dan memukau, memberikan pengalaman visual yang berbeda bagi penonton lama maupun baru.
3. Pacing Cerita Lebih Padat dan Cepat

Salah satu tantangan bagi penonton yang ingin memulai mengikuti One Piece adalah kedalaman ceritanya yang super detail.
AKibatnya ada tambahan episide di luar manga sehingga jumlah episodenya pun menjadi banyak.
Inilah alasan mengapa meskipun sudah tayang selama 27 tahun, petualangan Luffy versi original seolah tak kunjung tamat.
Di sinilah Wit Studio menawarkan keunggulan pada versi remake ini.
Mereka berkomitmen untuk lebih fokus pada alur cerita utama yang ada di manga dan berjanji akan membuat pacing (tempo) penceritaan menjadi jauh lebih padat dan cepat.
Artinya, berbagai cerita filler yang tidak memiliki kaitan langsung dengan plot utama kemungkinan besar akan dihapus.
Ini menjadi kesempatan emas bagi para calon Nakama baru yang ingin mengikuti sejarah perjalanan One Piece tanpa harus merasa terintimidasi oleh beban ribuan episode.
Meskipun antusiasme publik sudah sangat tinggi, jadwal perilisan resmi untuk The One Piece saat ini masih berstatus segera hadir (coming soon).
Hadirnya versi ini disebut bukan untuk menggantikan versi original yang masih tayang.
Melainkan menjadi alternatif bagi mereka yang ingin menikmati mahakarya Eiichiro Oda dengan kualitas visual terkini dan alur yang lebih ringkas.
Kontributor : Safitri Yulikhah