- Syekh Ahmad Al Misry diduga melakukan pelecehan seksual terhadap lima santri laki-laki di beberapa lokasi termasuk tempat ibadah.
- Peristiwa yang terjadi sejak 2017 ini terungkap setelah pelaku mengulangi perbuatannya meski sempat berjanji untuk tidak mengulangi.
- Modus pelaku mencakup pemberian tawaran beasiswa pendidikan luar negeri serta penyalahgunaan narasi agama untuk memanipulasi para korban santri.
Suara.com - Syekh Ahmad Al Misry dilaporkan atas kasus pelecehan seksual terhadap sesama jenis. Peristiwa ini terjadi di 2017, namun baru terungkap pada 2021.
Mewakili para korban, Ustaz Abi Makki mengatakan, pelaku sebenarnya sudah disidang oleh para guru dan menyampaikan permintaan maaf.
"Dia minta maaf dan tidak mengulangi. Setelah itu tidak ada lagi kelanjutannya," kata Ustaz Abi Makki, ditemui di kawasan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis, 16 April 2026.
Namun, peristiwa tersebut kembali terulang saat Oki Setiana Dewi mewawancarai salah satu korban.
"Ustazah Oki itu langsung sampaikan ke kami, simpel jawabannya, 'ternyata dia belum sembuh'," ujar Ustaz Abi Makki.
Saat dihimpun, ada lima korban laki-laki. Mereka adalah para santri yang setidaknya sudah menghapal 10 juz.
Mewakili para korban, Ustaz Abi Makki menjelaskan kronologi kejadian.
1. Modus Syekh Ahmad Al Misry
Syekh Ahmad Al Misry awalnya diundang ke sejumlah pesantren. Ia kemudian memulai modus dengan iming-iming beasiswa ke luar negeri.
"Disampaikan bahwa, mau enggak belajar ke ke Mesir? Ya namanya santri, harapannya pengin lah belajar di Timur Tengah. Ataupun kalau dengan hafiz Quran bersanad, sanad itu ke Rasulullah. Kan ada suatu kebanggaan," cerita Ustaz Abi Makki.
Tapi setelah itu, para santri shock karena tindakan yang dilakukan Syekh Ahmad Al Misry.
"Ketika terjadi seperti itu, kaget. Kenapa ini kok seorang panutan melakukan hal ini?" tutur ulama yang akrab disapa Abi tersebut.

2. Catut kisah Nabi Muhammad
Para korban jelas protes dengan apa yang dilakukan Syekh Ahmad Al Misry. Tapi sang ulama membawa-bawa kisah Nabi Muhammad.
"(kata Syekh Ahmad Al Misry ke korban)'Rasulullah saja melakukan hal ini dengan Ali bin Abi Thalib," ucap Ustaz Abi Makki sambil menangis.
"(Ucapan) Itu yang membuat kami tidak bisa menerimanya," imbuhnya.
Tak hanya itu, Syekh Ahmad Al Misry juga mengatakan hal lain saat mengajak korban menyaksikan tontonan tak senonoh.
"Ada beberapa korban yang diajak menyaksikan tayangan yang tidak baik. Setelah itu, 'Kok nonton ini?' Jawabannya, 'Kalau Imam Syafi'i ada, dia juga pasti nonton ini gitu.' Ini ngeri sekali, ini sama sekali tidak diterima. Seperti itu, ngeri sekali," tutur Ustaz Abi Makki.
3. Bentuk pelecehan seksual ke para santri
Saat ditanya mengenai bentuk pelecehan seksual, Ustaz Abi Makki tak sanggup membeberkan.
"Pelecehan yang tak layak diungkap. Pokoknya sampai pelakunya itu, bahasa halusnya klimaks lah," ucap Ustaz Abi Makki.
4. Lokasi kejadian ada yang di rumah ibadah
Terkait lokasi, Ustaz Abi Makki menjelaskan ada di beberapa tempat. Mengingat korbannya pun tersebar di berbagai daerah.
"Yang paling mengerikan itu di tempat ibadah itu," katanya.