- Film Ghost In the Cell karya Joko Anwar kini tayang di bioskop Indonesia dengan latar kehidupan narapidana misterius.
- Para pemeran narapidana mengenakan nomor baju yang merujuk pada ayat-ayat kitab suci serta simbol angka malaikat tertentu.
- Detail kode pada nomor baju tersebut menjadi teka-teki bagi penonton untuk memecahkan misteri besar di Lapas Labuhan.
Suara.com - Film Ghost In the Cell karya Joko tengah diputar di bioskop Indonesia. Bersamaan dengan hadirnya film ini, muncul pemaknaan soal nomor di baju para narapidana.
Sebagai informasi, film Ghost In the Cell bercerita tentang kehidupan para narapidana di sel Labuhan. Mereka kemudian kedatangan narapidana baru, Dimas (Endy Erfian).
Keadaan di sel tersebut menjadi kacau. Karena semenjak Dimas datang, para napi meninggal dengan cara yang tidak wajar.
Dalam penampilannya, Dimas mengenakan baju dengan nomor 1919.
Nomor tersebut ternyata bukan angka asal yang diciptakan Joko Anwar. Sebuah akun Instagram @/catatanfilm kemudian mengupas soal makna di baju napi film Ghost In the Cell.
"Angka 1919 sering dianggap sebagai angka malaikat (angel number) yang melambangkan akhir sebuah siklus dan awal yang baru," bunyi narasi teori tersebut.
Selain Dimas, tokoh Si Anak Dukun yang diperankan Yoga Pratama juga mengenakan nomor baju yang sarat akan makna religius.
Yoga mengenakan nomor 7226 yang merujuk pada Surah Al-Jinn ayat 26 dalam Al-Quran. Isinya, mengenai otoritas Allah terhadap rahasia alam gaib.
Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya yang mengetahui rahasia gaib dan tidak menampakkannya kepada makhluk kecuali Rasul yang diridhai-Nya.
"Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu," bunyi kutipan ayat suci tersebut.
Selanjutnya, ada Morgan Oey yang berperan sebagai Bimo. Dia sosok narapidana yang menjadi musuh dari karakter bernama Anggoro (Abimana Aryasatya).
Bimo terlihat mengenakan nomor baju 2239 yang ternyata diambil dari penggalan ayat kitab suci umat Kristiani.
Nomor tersebut merujuk pada ayat Alkitab Matius 22:39 yang menekankan pentingnya kasih, toleransi, serta menghormati sesama manusia tanpa memandang latar belakang.
Kutipan aslinya berbunyi, "Kasihilah sesamu manusia seperti dirimu sendiri."
Sementara itu, aktor senior Lukman Sardi memerankan sosok narapidana bernama Pendi.