"Yang kedua, tuduhan pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya, maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang, dan juga ada saksi-saksinya," katanya menegaskan.
Ia menekankan bahwa seluruh bukti yang dimiliki telah diserahkan kepada pihak berwenang melalui kuasa hukumnya.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk keseriusannya dalam menghadapi tuduhan yang menurutnya tidak benar.
3. Bantahan Tuduhan Fitnah Lainnya
Selain tuduhan pelecehan, ia juga menyoroti adanya narasi lain yang dianggapnya sebagai fitnah keji. Tuduhan tersebut bahkan menyentuh aspek sensitif dalam ajaran agama.
"Yang terakhir tuduhan fitnah yang sangat kejam, yang sangat melukai hati saya dan setiap orang muslim adalah fitnah terhadap Rasulullah Muhammad SAW melakukan pelecehan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib," tuturnya.
Syekh Ahmad Al Misry juga menyinggung narasi lain yang dinilai tidak benar, soal pernyataannya terhadap Imam Syafi’i.
"Dan Imam Syafii bahwasannya beliau kalau masih ada di zaman sekarang bisa ikut menonton video yang tidak senonoh. Itu adalah fitnah dan dusta yang sangat kejam yang melukai hati kita sebagai muslim," katanya.
"Dan saya minta kepada ustaz yang menyebarkan informasi tersebut, demi Allah saya tidak pernah berfatwa dengan hal demikian dan ini adalah fitnah yang sangat kejam," imbuhnya.
Syekh Ahmad Al Misry juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang mengaku mengenalnya namun menyebarkan informasi yang tidak benar.
"Dan banyak yang mengatakan bahwasanya mereka mengenal diri saya, mereka tahu karakter saya, orang-orang tersebut tidak pernah berjumpa dengan saya," katanya.
Ia menutup klarifikasinya dengan kritik terhadap sebagian pihak yang dinilai tidak melakukan tabayyun sebelum menyebarkan informasi.
"Disayangkan banyak dai-dai yang menyebarkan fitnah-fitnah tersebut tanpa tabayyun kepada saya padahal nomor kontak saya ada sama mereka," tuturnya.
Sebelumnya, kasus pelecehan seksual sesama jenis yang diduga dilakukan Syekh Ahmad Al Misry diungkap oleh Ustaz Abi Makki, yang mengaku mewakili para korban.