"Bagaimana dengan fenomena, 'no viral, no justice', Stadz?" tanya akun @weleh_weleh***.
"Maaf tadz tapi untuk kasus pelecehan agar tak ada korban berikutnya, masyarakat harus tahu dan kasus itu berhenti di korban terakhirnya," komentar akun @charmeonline****.
"Tidak termasuk membicarakan pemimpin atau pejabat yang membahayakan kemaslahatan umat, pejabat yang zalim atau koruptor, ulama atau toko agama yang membahayakan umat. Sudah sepatutnya dibicarakan karena apabila diam akan membahayakan umat. Silahkan cari tau lagi tad," kata akun @muslim.info***.
"Kalau korban sudah bersaksi pelakunya SAM ditambah saksi kuncinya Ustadzah Oki dan Ustadz Abi Makki. Apa si SAM masih ngelak merasa difitnah. Bahaya sekali yang haq dipelintir kalo di polisi ternyata si SAM jadi bebas," balas akun @indraar***.
Seperti diberitakan sebelumnya, Syekh Ahmad Al Misry diduga melakukan pelecehan seksual kepada sejumlah santri.
Menurut Ustaz Abi Makki yang mewakili para korban, Syekh Ahmad Al Misry membujuk korban dengan iming-iming sekolah di Mesir.
Bejatnya lagi, Syekh Ahmad mencatut nama Rasulullah SAW dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, terkait tindakan bejat tersebut.
Namun dalam pernyataan di sebuah video yang diunggah di akun Instagram-nya, Syekh Ahmad membantah semua tudingan tersebut.
Dia saat ini berada di Mesir karena untuk menemani sang ibu yang tengah berobat.
Kontributor : Neressa Prahastiwi