- Finalis Puteri Indonesia 2026 mengunjungi kantor BPOM pada 13 April 2026 untuk memperluas wawasan terkait keamanan produk masyarakat.
- Para finalis dikukuhkan sebagai Duta Obat dan Makanan Aman guna mengedukasi masyarakat mengenai pemilihan produk yang berkualitas.
- Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif agar para finalis mampu menjadi agen perubahan dalam edukasi konsumen cerdas.
Suara.com - Para finalis ajang Puteri Indonesia 2026 melakukan kunjungan ke kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini terjadi pada Senin, 13 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan penting bagi para peserta sebelum melangkah lebih jauh dalam kompetisi, sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai keamanan produk yang beredar di masyarakat.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, mengungkapkan bahwa sinergi antara Puteri Indonesia dan BPOM memiliki tujuan strategis.
Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terkait keamanan produk, baik itu makanan, obat-obatan, maupun kosmetik yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat luas.
“Sinergi ini bertujuan membekali para finalis dengan pemahaman menyeluruh terkait keamanan produk yang digunakan masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis.
"Kami berharap Puteri Indonesia dapat menjadi pelopor generasi cerdas yang mampu menginisiasi gerakan di kalangan generasi muda untuk memilih produk yang aman, bermutu, serta memberikan manfaat bagi kesehatan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia berharap para finalis tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
![Bukan Sekadar Cantik, Finalis Puteri Indonesia 2026 Dibekali Edukasi Keamanan Produk oleh BPOM. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/24/77602-bukan-sekadar-cantik-finalis-puteri-indonesia-2026-dibekali-edukasi-keamanan-produk-oleh-bpom.jpg)
Para peserta diharapkan dapat menjadi contoh nyata dalam memilih produk yang aman dan bermanfaat, sekaligus menyebarkan kesadaran tersebut kepada masyarakat.
Menurutnya, peran Puteri Indonesia tidak berhenti pada panggung kecantikan semata. Para finalis memiliki tanggung jawab yang lebih luas sebagai agen edukasi di tengah masyarakat.
“Para Puteri Indonesia memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas, yakni mampu memilih produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat. Di sisi lain, mereka juga dapat membantu memperluas pemahaman mengenai dukungan BPOM terhadap pelaku usaha, khususnya UMKM,” tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, para finalis juga mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan pimpinan BPOM RI beserta jajarannya.
Diskusi ini menjadi momen penting untuk menggali informasi lebih dalam mengenai proses pengawasan produk, regulasi yang berlaku, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjaga keamanan konsumsi publik di Indonesia.
Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama, seluruh finalis juga dikukuhkan sebagai Duta Obat dan Makanan Aman.
Pengukuhan ini menjadi simbol komitmen mereka dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya memilih produk yang telah teruji dan terdaftar secara resmi.
Ketua Pemilihan Puteri Indonesia 2026 sekaligus Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Kusuma Ida Anjani, turut memberikan pandangannya terkait kegiatan tersebut.