Suara.com - Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang berlangsung pada 26 April 2026 sukses mencuri perhatian publik. Digelar mewah di Hotel Raffles Jakarta, setiap detail acara mereka menjadi sorotan, mulai dari konsep hingga tamu undangan.
Momen sakral tersebut semakin menarik karena dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari pejabat negara hingga figur publik ternama.
Tak hanya itu, detail seperti busana pengantin, dekorasi, hingga maskawin berupa logam mulia dan uang pound sterling turut menjadi sorotan.
Namun, di tengah kemegahan tersebut, muncul satu hal yang memicu rasa penasaran publik, yaitu ketidakhadiran ayah kandung Syifa Hadju saat akad nikah.
Lantas, siapa sosok ayah kandung Syifa Hadju dan apa pekerjaannya? Berikut ulasannya.
Siapa Ayah Kandung Syifa Hadju?
Identitas ayah kandung Syifa akhirnya terungkap saat prosesi ijab kabul berlangsung. Dalam penyebutan nama lengkap mempelai wanita, diketahui bahwa Syifa memiliki nama lengkap Syifa Safira Nuraisah binti Martinus Sudiryono.
Meski begitu, informasi mengenai Martinus Sudiryono masih sangat terbatas. Ia bukan figur publik dan tidak berasal dari dunia hiburan, sehingga kehidupannya jarang tersorot media.
Hingga saat ini, belum ada keterangan pasti mengenai pekerjaan atau latar belakang profesinya.
Yang jelas, ketidakhadirannya di hari pernikahan putrinya menjadi sorotan tersendiri.
Apalagi sebelumnya sempat beredar kabar bahwa keluarga besar akan hadir lengkap. Namun pada hari pelaksanaan, ayah kandung Syifa tidak terlihat dalam prosesi akad.
Wali Hakim Jadi Pengganti di Akad Nikah
Ketidakhadiran ayah kandung Syifa Hadju dalam momen akad nikah membuat prosesi pernikahannya dengan El Rumi harus menggunakan wali hakim.
Artinya, peran wali nikah tidak dipegang oleh ayah kandung, melainkan diwakilkan oleh penghulu yang ditunjuk secara resmi.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Adhyaksa Dault yang juga merupakan paman Syifa sekaligus saksi dari pihak mempelai wanita.
Ia membenarkan bahwa penggunaan wali hakim dilakukan karena ayah kandung Syifa tidak hadir di hari pernikahan.
""Iya (pakai wali hakim), karena bapaknya enggak hadir kan," kata Adhyaksa Dault, dikutip Senin (27/4/2026).
Meski begitu, Adhyaksa mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan maupun keberadaan ayah kandung Syifa saat itu.
Lebih lanjut, Adhyaksa menegaskan bahwa secara agama dan hukum, prosesi pernikahan tetap sah dan tidak memiliki masalah. Ia memastikan seluruh rukun nikah telah terpenuhi, termasuk kehadiran wali hakim sebagai pengganti wali nasab.
Dalam prosesi tersebut, Adhyaksa Dault duduk sebagai saksi dari pihak perempuan, berdampingan dengan Sakti Wahyu Trenggono yang menjadi saksi dari pihak mempelai pria.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya memang diminta langsung oleh Syifa sejak jauh hari untuk menjadi saksi, menandakan kedekatan hubungan keluarga mereka.
Meski sempat menjadi sorotan karena absennya ayah kandung, momen ijab kabul tetap berlangsung khidmat dan penuh haru.
Sosok Ayah Sambung yang Selama Ini Dikenal
Selama ini, banyak orang mengira bahwa Andre Ariyantho adalah ayah kandung Syifa Hadju. Hal ini karena kedekatan keduanya yang terlihat sangat akrab dan natural dalam berbagai kesempatan.
Faktanya, Andre adalah ayah sambung yang hadir dalam kehidupan Syifa setelah kedua orang tuanya berpisah sejak ia masih kecil.
Sejak saat itu, Syifa lebih banyak tumbuh bersama sang ibu, Shendy Hadju, sebelum akhirnya Andre menjadi bagian penting dalam keluarga mereka.
Andre dikenal sebagai sosok yang bekerja di balik layar industri hiburan dan pernah terlibat dalam rumah produksi.
Meski bukan ayah kandung, perannya sangat besar dalam kehidupan Syifa. Ia bahkan kerap hadir dalam momen penting, termasuk saat lamaran hingga menjelang pernikahan.
Kedekatan emosional inilah yang membuat banyak orang tidak menyadari bahwa hubungan mereka bukanlah hubungan darah.
Bagi Syifa sendiri, Andre sudah dianggap sebagai sosok ayah yang memberikan dukungan dan kehangatan dalam hidupnya.
Meski diwarnai tanda tanya, pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju tetap berlangsung lancar dan menjadi awal baru bagi perjalanan hidup keduanya.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas