Suara.com - Film horor terbaru Salmokji: Whispering Water menunjukkan dominasi kuat di industri layar lebar Korea Selatan.
Berdasarkan data dari Korean Film Council (KOFIC), film ini berhasil mempertahankan posisi puncak box office selama 21 hari berturut-turut sejak dirilis pada 8 April hingga 28 April 2026.
Film yang disutradarai oleh Lee Sang Min ini mencatat 51.188 penonton pada 28 April 2026, dengan total penonton kumulatif mencapai 2.076.847.
Pencapaian tersebut menjadikan Salmokji sebagai salah satu film dengan durasi terlama di puncak box office domestik Korea Selatan sepanjang 2026.
Capaian ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa genre horor Korea mulai kembali menunjukkan daya tariknya.
Sinopsis Film Salmokji: Whispering Water

Sebagai informasi, Salmokji sendiri mengambil latar di sebuah tempat terpencil yang tampak tenang di permukaan, namun menyimpan aura mencekam, yakni Waduk Salmokji.
Sekilas, waduk ini terlihat seperti lokasi yang damai dan jauh dari hiruk-pikuk kehidupan.
Namun di balik kesunyian tersebut, tersembunyi berbagai kisah kelam yang terus beredar di masyarakat sekitar.
Kisah film ini sendiri berfokus pada sekelompok tim produksi yang memutuskan nekat untuk kembali ke Waduk Salmokji.
Tujuan mereka adalah merekam ulang sebuah jalan di sekitar waduk, setelah sebelumnya kamera mereka menangkap sesuatu yang janggal, yakni sebuah entitas misterius yang tak seharusnya ada dalam rekaman tersebut.
Dengan rasa penasaran yang besar sekaligus ambisi untuk mengungkap kebenaran, mereka memulai proses syuting tanpa benar-benar memahami risiko yang mengintai.
Namun, sejak awal pengambilan gambar dimulai, kejadian-kejadian aneh mulai bermunculan.
Hal-hal kecil yang awalnya dianggap kebetulan perlahan berubah menjadi rangkaian teror yang semakin nyata dan sulit dijelaskan dengan logika.
Suara-suara asing terdengar tanpa sumber yang jelas, bayangan bergerak di sudut pandang, hingga kemunculan sosok-sosok misterius yang seolah mengawasi setiap gerak-gerik mereka dari kejauhan.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika tim produksi menyadari bahwa mereka tidak lagi sekadar menjadi pengamat, melainkan telah menjadi bagian dari peristiwa mengerikan itu sendiri.
Sosok-sosok yang sebelumnya hanya tertangkap samar kini mulai menunjukkan wujudnya dengan lebih jelas, menghadirkan ancaman yang terasa semakin dekat dan nyata.
Dalam kepanikan, mereka mencoba melarikan diri dari area waduk tersebut. Namun setiap langkah yang mereka ambil justru membawa mereka semakin jauh dari jalan keluar.
Jalur yang sama terasa berbeda, arah menjadi membingungkan, dan lingkungan sekitar seakan berubah tanpa pola yang bisa dipahami.
Upaya untuk keluar berubah menjadi perjuangan bertahan hidup yang melelahkan, baik secara fisik maupun mental.
Semakin lama, mereka mulai kehilangan akal sehat, tak hanya terhadap tempat, tetapi juga terhadap waktu dan kenyataan.
Rasa putus asa perlahan muncul ketika mereka menyadari bahwa tempat itu seakan “menahan” mereka, menutup setiap kemungkinan untuk kembali.
Dalam kondisi terjebak tersebut, mereka dipaksa menghadapi ketakutan terdalam masing-masing, sementara kehadiran entitas misterius di sekitar waduk terus menghantui tanpa henti.
Pada akhirnya, Waduk Salmokji bukan lagi sekadar lokasi syuting yang angker, melainkan menjadi sebuah ruang tanpa jalan keluar, sebuah perangkap yang hidup, di mana setiap usaha untuk melarikan diri justru memperdalam keterjebakan mereka.
Tidak ada kepastian apakah mereka akan berhasil keluar, atau justru menjadi bagian dari kisah kelam yang selama ini hanya mereka dengar sebagai rumor.
Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Film Salmokji, dipastikan tayang di bioskop Indonesia pada 1 Mei 2026!
Kontributor : Anistya Yustika