Kertas selanjutnya dengan tulisan mirip diduga merupakan curahan hati ART di rumah Erin lainnya karena menyebutkan nama Hera dalam tulisannya.
"Pak saya diancam sama bu Erin, disuruh jangan ikut campur. Padahal saya lihat dengan mata saya sendiri ibu Erin melakukan kekerasan, penganiayaan, caci-maki, teman saya Mbak Hera, dijambak, dipukul, ditampar oleh Bu Erin. Bukti nyatanya ada di CCTV," tandasnya.
Di sisi lain, Erin yang bernama asli Rien Wartia Trigina telah melaporkan balik sang ART ke pihak berwajib dengan dugaan pencemaran nama baik. Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi