- Seorang WNI bernama Bagas Zainur Anam viral setelah aksinya merokok di area terlarang Jepang tersebar di media sosial.
- Tindakan tersebut memicu kritik keras dari warganet karena dianggap merusak citra WNI terkait kepatuhan aturan di luar negeri.
- Bagas akhirnya meminta maaf dan mengklarifikasi bahwa video tersebut merupakan konten skenario yang diarahkan oleh temannya sendiri.
Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) merokok di area bertanda larangan merokok di Jepang mendadak viral di media sosial dan menuai beragam reaksi dari publik.
Dalam rekaman yang beredar luas tersebut, pria yang diketahui bernama Bagas Zainur Anam tampak sedang merokok di sebuah lokasi umum yang jelas memiliki tanda larangan.
Aksinya kemudian ditegur oleh seseorang yang merekam kejadian itu.
Dalam video tersebut, Bagas terlihat menunjukkan ekspresi kesal ketika mendapat teguran. Ia bahkan sempat merespons menggunakan Bahasa Jepang dengan nada yang terkesan tidak bersahabat.
Meski begitu, beberapa saat kemudian ia mematikan rokoknya dan meninggalkan lokasi tersebut.
Potongan video inilah yang kemudian menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial dan memicu kritik dari warganet.
Banyak pihak menyayangkan tindakan tersebut, terutama karena dilakukan di Jepang, negara yang dikenal memiliki aturan ketat terkait kebersihan dan ketertiban di ruang publik, termasuk soal larangan merokok di area tertentu.
Tidak sedikit warganet yang menilai bahwa perilaku tersebut dapat mencoreng citra WNI di luar negeri.
Seiring viralnya video tersebut, Bagas Zainur Anam pun menjadi sasaran hujatan di dunia maya. Menanggapi hal ini, ia akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui sebuah video yang diunggah ulang oleh akun Instagram Lambe Turah.
Dalam pernyataannya, Bagas mengaku menyadari kesalahannya dan menyesalkan kegaduhan yang terjadi akibat video tersebut.
“Saya Bagas Zainur Anam. Pertama-tama saya mau minta maaf sebesar-besarnya dan mengklarifikasi atas video saya yang sedang viral beberapa hari ini,” ujarnya di awal video klarifikasi.
Bagas kemudian menjelaskan bahwa kejadian dalam video tersebut sebenarnya bukan murni tindakan spontan, melainkan bagian dari konten yang dibuat oleh temannya.
Ia menyebut bahwa video itu direkam atas inisiatif temannya yang berada di lokasi yang sama.
“Video ini semata-mata direkam oleh teman saya yang berada di sebelah saya. Video ini hanya untuk kepentingan pribadi teman saya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bagas juga mengungkapkan bahwa adegan dalam video tersebut telah diarahkan sebelumnya. Dengan kata lain, situasi yang terlihat dalam video merupakan bagian dari skenario yang dibuat oleh temannya.