- Perseteruan dimulai saat Bobon Santoso secara terbuka mendukung pelaku pemukulan Bro Ron karena mempercayai klaim adanya makian rasis.
- Bro Ron menantang balik keterlibatan Bobon, mengingat insiden pemukulan terjadi saat ia sedang mendampingi karyawan menuntut hak gaji.
- Setelah disenggol balik, Bobon memilih menarik diri dari keributan media sosial dan menyatakan ingin fokus pada konten memasaknya.
![Waketum PSI Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron usai bertemu Presiden ke-7 Jokowi, Rabu (8/10/2025). [Suara.com/Ari Welianto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/08/11586-waketum-psi-ronald-aristone-sinaga-atau-bro-ron.jpg)
Diberitakan sebelumnya, publik dikejutkan dengan kabar pemukulan yang menimpa Bro Ron di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 4 Mei 2026.
Kejadian tersebut berlangsung saat Bro Ron tengah menjalankan perannya mendampingi sejumlah karyawan yang menuntut hak mereka.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.22 WIB. Bro Ron hadir bersama 15 karyawan PT SKS untuk melakukan audiensi ke kantor hukum MPP terkait persoalan gaji yang belum dibayarkan.
"Karena audiensi tidak dapat bertemu dengan pihak MPP selaku orang yang didemo, akhirnya Polsek Metro Menteng berinisiatif untuk mengadakan mediasi di kantor Polsek Metro Menteng," jelas Iptu Erlyn.
Namun, proses mediasi yang seharusnya berjalan tenang justru berubah menjadi kacau. Muncul sekelompok orang tak dikenal yang melakukan intimidasi di tengah proses audiensi yang awalnya kondusif.
"Akibat perbuatan dari sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percekcokan sampai akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut," ujar Erlyn.
Beruntung, petugas kepolisian yang berjaga segera bertindak cepat. "Kemudian petugas melerai korban dan terlapor serta mengamankannya untuk dibawa ke Polsek Metro Menteng guna pemeriksaan lebih lanjut," imbuhnya.