- Karina Ranau resmi melaporkan sebuah akun media sosial ke Polres Jakarta Selatan karena komentar kasar, biadab, dan mengandung unsur pornografi yang menyerang mendiang Epy Kusnandar.
- Langkah hukum ini diambil demi menjaga psikologis anak dan keluarga yang masih dalam masa duka, serta untuk memberikan pelajaran kepada netizen yang dinilai keterlaluan.
- Karina memberikan tenggat waktu 3x24 jam bagi pemilik akun tersebut untuk menunjukkan itikad baik; jika tidak, proses hukum akan terus dilanjutkan.
Suara.com - Kesabaran janda aktor Epy Kusnandar, Karina Ranau habis ditandai dengan laporan di Polres Jakarta Selatan.
Karina melaporkan seorang haters karena komentarnya ia anggap telah kelewat batas.
Selama ini selalu berusaha sabar menghadapi berbagai komentar negatif yang menyerangnya dan almarhum suami.
"Mungkin buat sebagian orang akan bilang 'ah lebay' melihat saya datang sama anak saya ke sana (Polres). Tapi apapun lah orang mau bilang apa, karena itu menyangkut psikologis anak saya dan juga keluarga," kata Karina Ranau, ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2026).
"Karena terus terang saya memang datang karena selama ini sudah cukup sabar dengan yang namanya netizen," ujarnya.
Komentar yang memicu amarah Karina tersebut dilontarkan oleh seorang netizen pada momen yang seharusnya penuh kehangatan.
Saat itu, yakni saat dia mengunggah video kenangan almarhum Epy Kusnandar sebagai hadiah ulang tahun sang putra.
Video tersebut dia susun dengan susah payah dari galeri foto lama, sebagai salah satu cara untuk mengobati kerinduannya.
"Ya itu sebagian dari pengobat hati saya gitu, saya edit sendiri dari pagi sampai saya ninggalin warung gitu saya susun gitu video, tapi tiba-tiba dikomen gitu sama dia," imbuh Karina menangis.
"Dan itu sakit banget komennya, 'mampus dia sudah mati, mampus dia sudah mati'."
Karina Ranau mengakui komentar netizen tersebut sangat menyakitkan baginya.

"Komentar sebelumnya juga ada kata yang termasuk pornografi. Makanya saya harus ke Polres. Saya pengin kasih pelajaran untuk manusia biadab ini," ucapnya.
Adapun untuk kebiasaan membuat konten, Karina menjelaskan bahwa dia sengaja mengabadikan momen-momen bersama mendiang suaminya, termasuk saat berziarah ke makam, bukan untuk mencari keuntungan.
Hal ini sesuai dengan pesan almarhum Epy Kusnandar, yang selalu berpesan agar momen-momen berharga tidak pernah hilang.
"Momen itu jangan pernah hilang ya Bun, apapun yang terjadi. Sedikit pun momen itu harus diabadikan," kata Karina menirukan perkataan almarhum suaminya.