Suara.com - Yayasan Prima Ardian Tana akan menghadirkan drama musikal "Sangkala Nyimas Gandasari" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026). Pertunjukan yang melibatkan lebih dari 60 penampil ini digarap selama lebih dari satu tahun melalui proses riset dan pengembangan yang melibatkan budayawan dari Cirebon.
Executive Producer pementasan, Reny A. Daniel, menjelaskan tim produksi melakukan riset mendalam untuk memastikan akurasi kisah yang diangkat dalam pertunjukan.
"Setahun lebih, kami banyak melakukan research dulu, karena tokoh yang kita tampilkan di sini takut salah researchnya. Mas Denny bersama tim dan budayawan di Cirebon juga selama setahun ini lah menyusun program," ujar Reny dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
Drama musikal yang diprakarsai Yayasan Prima Ardian Tana ini mengangkat kisah Nyi Mas Gandasari, tokoh perempuan dalam babad Cirebon yang dikenal memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah pesisir utara Pulau Jawa pada abad ke-15.

Menurut Reny, pemilihan sosok Nyi Mas Gandasari dilandasi keinginan untuk menghadirkan figur perempuan Nusantara yang kuat dan inspiratif kepada generasi muda.
"Mungkin kayak Mulan kalau Disney. Jadi saya rasa ini kisah yang tepat untuk kita angkat bahwa sekarang Indonesia itu punya wanita-wanita tangguh, wanita-wanita perkasa. Kalau bicara endingnya, kemenangan Nyimas melawan Prabu Cakraningrat itu menjadi hari lahirnya Cirebon," jelasnya.
Ia menilai Indonesia memiliki banyak kisah yang layak diangkat menjadi pertunjukan berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.
"Justru saya sangat happy dengan musikal yang ada di Indonesia. Saya lihat demand-nya sekarang sudah banyak. Tapi saya ingin yang kontennya Indonesia lebih banyak lagi karena Indonesia ini negara yang luar biasa. Banyak kisah-kisah yang bisa diangkat," kata Reny.
"Saya berharap generasi muda sekarang itu lebih mengenal kebudayaan dan negara sendiri sebelum mencintai kebudayaan negara lain, itu tanggung jawab kita," lanjutnya.

Pementasan "Sangkala Nyimas Gandasari" disutradarai Denny Malik dengan aransemen musik oleh Marthin Tupanno. Pertunjukan ini memadukan unsur tari, musik, teater, dan visual sinematik dalam balutan produksi modern.
Denny mengatakan produksi ini menjadi upaya menghadirkan karya asli Indonesia yang mampu bersaing dari sisi kualitas pertunjukan.
"Ini original milik kita, Nusantara Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa diterima dengan baik, jadi masterpiece," ujar Denny.
Untuk mendukung konsep tersebut, produksi memanfaatkan berbagai teknologi panggung modern, mulai dari multimedia, hidrolik, efek kabut, pencahayaan artistik, hingga tata panggung digital.
Pementasan ini turut menghadirkan Asri Welas sebagai Putri Ong Tien dan Dewi Gita sebagai Ibu Dayang. Selain itu, Aisyah Fadhila dipercaya memerankan Nyi Mas Gandasari, Aldafi Adnan sebagai Syech Magelung Sakti, Daniel Christianto sebagai Sunan Gunung Jati, Belmiro Allie sebagai Pangeran Cakrabuana, dan Bima Zeno sebagai Prabu Cakra Ningrat.
Produksi Yayasan Prima Ardian Tana ini juga melibatkan maestro tari asal Cirebon Elang Tomi Uli serta mahasiswa jurusan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dari Politeknik Pariwisata Prima Internasional Cirebon.
Drama musikal "Sangkala Nyimas Gandasari" akan dipentaskan dalam dua sesi, yakni pukul 15.30 WIB hingga 17.30 WIB dan pukul 19.30 WIB hingga 21.30 WIB. Tiket dapat diperoleh melalui detikEvent dengan harga mulai Rp200 ribu hingga Rp700 ribu.
Melalui pementasan ini, Yayasan Prima Ardian Tana berharap kisah-kisah budaya Nusantara dapat terus dikenal oleh generasi muda sekaligus membuktikan bahwa karya seni Indonesia mampu tampil dalam kemasan modern tanpa meninggalkan akar budayanya.***
Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan