- Konflik harta gana-gini antara Ruben Onsu dan Sarwendah mencuat akibat tudingan pengacara Ruben terkait penguasaan aset bersama.
- Pihak Sarwendah membantah tuduhan tersebut melalui bukti percakapan yang menunjukkan Sarwendah hanya menginginkan satu rumah untuk kebutuhan anak.
- Permasalahan hukum berlanjut karena sertifikat aset yang menjadi hak Sarwendah diketahui masih berada di bank dan belum diserahkan.
Suara.com - Hubungan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menjadi sorotan publik.
Alih-alih mereda setelah perceraian, konflik keduanya justru memanas terkait pembagian harta gana-gini dan hak asuh anak.
Perseteruan ini mencuat setelah pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, melontarkan pernyataan pedas.
Minola menyebut bahwa pihak Sarwendah terkesan ingin menguasai aset bersama, termasuk rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Meski tudingan tersebut terasa menyudutkan, Ruben Onsu memilih untuk tidak ambil pusing dan mengaku tidak keberatan memberikan aset tersebut.
Bukti Chat Jadi "Senjata" Pamungkas
Tak tinggal diam, pihak Sarwendah langsung bereaksi keras. Melalui pengacaranya, Abraham Simon, tudingan "haus harta" tersebut dibantah dengan tegas.
Dalam sebuah konferensi pers yang diunggah kanal YouTube Intens Investigasi pada Selasa (2/6/2026), Abraham membongkar bukti percakapan pribadi antara Sarwendah dan Ruben.
Fakta mengejutkan pun terungkap. Alih-alih meminta banyak aset, Sarwendah justru terlihat beberapa kali menolak pemberian Ruben.
"Kami punya fakta percakapan sebelum akta kesepakatan ditandatangani. Klien kami sebenarnya hanya meminta satu rumah saja untuk tempat tinggal bersama anak-anak," kata Abraham Simon.
Dalam tangkapan layar percakapan tersebut, Ruben awalnya menawarkan aset di wilayah Cipete dan Rempoa kepada Sarwendah.

Sementara untuk dirinya sendiri, Ruben hanya meminta apartemen dan villa. Namun, respon Sarwendah justru di luar dugaan.
"Enggak apa-apa kalau aku di Cipete saja sama anak-anak. Semua villa dan apartemen di Rempoa buat kamu," tulis Sarwendah dalam pesan singkatnya kepada Ruben.
"Aku Cuma Mikirin Anak"
Bahkan, ketika Ruben terus mendesak agar pembagian dilakukan lebih merata, Sarwendah tetap teguh pada pendiriannya.
mengaku tidak butuh banyak properti dan lebih mengutamakan kenyamanan anak-anak mereka.
"Aku enggak butuh banyak rumah, aku cuma mikirin anak-anak aja kok," imbuh Sarwendah dalam pesan tersebut.
Ia bahkan sempat berujar siap kembali ke rumah orangtuanya jika memang diperlukan. "Aku masih ada rumah orang tuaku, masih bisa numpang di sana."
Polemik Sertifikat yang Belum "Bersih"
Terkait kesepakatan final, Abraham menjelaskan bahwa terdapat empat aset properti dan beberapa unit mobil yang dibagi. Dari empat properti tersebut, dua menjadi hak Sarwendah dan dua lainnya milik Ruben.
Namun, muncul persoalan baru terkait legalitas dokumen. Abraham membeberkan bahwa dua aset yang jatuh ke tangan Sarwendah ternyata sertifikatnya masih berada di bank (belum lunas/bersih).
Sebaliknya, dua aset yang dikuasai Ruben sudah memiliki sertifikat yang bersih.
"Timbul pertanyaan, kenapa dokumen yang sudah disepakati kemarin belum juga diberikan kepada klien kami, padahal akta sudah ditandatangani?" kata Abraham Simon mempertanyakan.
Hingga kini, publik masih menunggu kelanjutan dari drama pembagian harta ini. Apakah kedua belah pihak akan mencapai titik temu secara kekeluargaan, ataukah konflik ini akan berujung lebih panjang di meja hijau?