- Video viral di media sosial menampilkan seorang ayah membaluri kaki anaknya dengan arang agar tampak memakai kaos kaki.
- Tindakan tersebut dilakukan sang ayah demi memastikan anaknya tetap tampil rapi dan percaya diri saat berangkat ke sekolah.
- Unggahan akun 191088martino ini menuai banyak simpati warganet karena menunjukkan perjuangan serta kasih sayang orang tua bagi pendidikan.
Suara.com - Video yang memperlihatkan seorang ayah membaluri kaki anaknya dengan arang dari pantat panci mendadak viral di media sosial dan sukses membuat banyak warganet menitikkan air mata.
Momen sederhana namun penuh makna itu menyentuh hati banyak orang karena menggambarkan perjuangan seorang ayah demi pendidikan sang buah hati.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang ayah dengan penuh perhatian membaluri kaki anaknya menggunakan arang.
Sang anak yang sudah mengenakan seragam sekolah tampak berdiri dengan tenang sambil menunggu ayahnya menyelesaikan apa yang sedang dilakukannya.
Sekilas, tindakan tersebut mungkin terlihat aneh dan mengundang tanda tanya.
Namun, setelah mengetahui alasan di baliknya, banyak orang mengaku terharu. Ternyata, si kecil tidak punya kaos kaki.
Demi memastikan anaknya tetap bisa berangkat sekolah dengan penampilan yang rapi dan tidak merasa minder dibandingkan teman-temannya, sang ayah mencari cara yang menurutnya terbaik.
Ia kemudian menggunakan arang dari pantat panci untuk mewarnai bagian kaki anaknya sehingga terlihat seperti sedang mengenakan kaos kaki berwarna gelap.
Meski dilakukan dengan peralatan yang sangat sederhana, tindakan sang ayah menunjukkan besarnya kasih sayang dan pengorbanan orang tua terhadap anaknya.
Video tersebut diunggah oleh akun 191088martino dengan caption yang sederhana namun penuh makna, “Tak ada kaos kaki, arang pun jadi.”
Kalimat singkat itu langsung menarik perhatian banyak pengguna media sosial.
Tidak butuh waktu lama, unggahan tersebut dibanjiri ribuan komentar dari warganet yang merasa tersentuh oleh kisah di balik video tersebut.
Banyak netizen mengaku tersadar bahwa mereka selama ini masih kurang bersyukur atas berbagai kemudahan yang dimiliki.
“Ternyata aku kurang bersyukur,” tulis salah seorang pengguna media sosial.
“Ya Allah, berikan dia rezeki yang akan mencukupi hidupnya, amin,” tulis seorang warganet.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan, masih ada semangat dan cinta yang begitu besar dari orang tua untuk anak-anak mereka.
Pendidikan tetap menjadi prioritas, meskipun harus ditempuh dengan berbagai pengorbanan.