- Film thriller Songbird akan tayang di Trans TV pada Selasa, 9 Juni 2026, pukul 20.00 WIB malam ini.
- Film ini mengisahkan perjuangan Nico menyelamatkan kekasihnya dari kamp karantina brutal akibat mutasi virus COVID-23 di Amerika.
- Karya Michael Bay ini menggambarkan latar distopia tahun 2024 saat dunia berada dalam lockdown selama empat tahun.
Suara.com - Apa jadinya jika pandemi tidak pernah berakhir, melainkan bermutasi menjadi monster yang lebih mematikan?
Itulah premis mencekam yang ditawarkan oleh Songbird, film thriller distopia yang sempat memicu kontroversi saat dirilis pada akhir 2020 lalu.
Diproduseri oleh "raja ledakan" Hollywood, Michael Bay, Songbird membawa kita ke tahun 2024.
Namun, ini bukan masa depan yang kita impikan. Di dunia ini, virus COVID-19 telah bermutasi menjadi COVID-23 dengan tingkat kematian yang mengerikan.
Songbird akan tayang pada Selasa (9/6/2026) malam ini pukul 20.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan review-nya.

Dunia berada dalam lockdown tahun keempat. Amerika Serikat berubah menjadi negara militeristik di mana warga yang terinfeksi dipaksa keluar dari rumah mereka dan dibuang ke kamp karantina brutal yang dikenal sebagai "Q-Zones."
Di tengah kekacauan ini, kita bertemu dengan Nico (diperankan KJ Apa). Nico adalah seorang kurir sepeda yang memiliki kekebalan langka terhadap virus tersebut.
Sebagai seorang "Munie" (sebutan bagi mereka yang imun), Nico memiliki kebebasan terbatas untuk berkeliaran di jalanan Los Angeles yang kosong dan menyeramkan guna mengantar barang.
Motivasi hidup Nico hanya satu: Sara (Sofia Carson), kekasihnya. Ironisnya, meski mereka menjalin hubungan yang sangat dalam, keduanya belum pernah bersentuhan fisik.
Mereka dipisahkan oleh pintu apartemen dan layar ponsel demi protokol kesehatan yang sangat ketat.
Konflik memuncak ketika nenek Sara menunjukkan gejala terinfeksi. Departemen Sanitasi yang kejam, dipimpin oleh Emmett Harland (Peter Stormare), bersiap menjemput Sara untuk dijebloskan ke Q-Zone.
Nico hanya punya waktu beberapa jam untuk melakukan hal yang mustahil: menembus barikade militer dan menyelamatkan wanita yang dicintainya sebelum terlambat.
Selain KJ Apa dan Sofia Carson yang menunjukkan chemistry kuat meski terpisah jarak, film ini juga diperkuat oleh aktor-aktor papan atas lainnya.
Scott Eastwood tampil sebagai seorang pria kaya yang terlibat dalam bisnis gelap "paspor imun" ilegal.
Sementara Demi Moore memerankan seorang ibu yang berusaha melindungi keluarganya di tengah ambruknya moralitas masyarakat.
Secara visual, Songbird berhasil menangkap atmosfer kesunyian yang menghantui.
Jalanan Los Angeles yang biasanya macet total digambarkan kosong melompong, menciptakan rasa isolasi yang sangat nyata bagi penonton.
Saat pertama kali dirilis, Songbird menuai perdebatan karena dianggap "terlalu cepat" mengangkat tema pandemi di saat dunia nyata masih berjuang melawannya.
Namun, jika kita melihatnya sebagai sebuah karya fiksi thriller, film ini berhasil menyajikan hiburan yang memacu adrenalin.
Namun sejumlah kritikus merasa naskahnya kurang menggali sisi politis dari dunia distopia tersebut dan lebih fokus pada elemen aksi romantis.
Songbird adalah kisah tentang harapan di tengah keputusasaan dan sejauh mana seseorang berani melangkah demi cinta.
Meskipun film ini lahir dari ketakutan global, pesan utamanya tetaplah optimis: bahwa di dunia yang paling gelap sekalipun, kemanusiaan dan cinta akan selalu menemukan celah untuk bersinar.