- Para pemain film Sofia mengungkapkan bahwa naskah yang mendalam sangat menguras kondisi mental mereka sebelum proses syuting dimulai.
- Sutradara Adis Kayl Yurahmah menjelaskan film ini mengangkat isu normalisasi kekerasan serta dampaknya terhadap trauma psikologis seseorang.
- Konferensi pers pengumuman jajaran pemain film Sofia diselenggarakan di Jakarta Pusat pada hari Senin, 13 Juli 2026.
Sutradara Adis Kayl Yurahmah menjelaskan bahwa Sofia bukan sekadar film horor penuh misteri.
Ia menyebut film ini mengangkat isu kekerasan yang perlahan dianggap wajar ketika berlangsung dalam waktu lama.
"Film Sofia berbicara tentang bagaimana kekerasan akan dianggap normal kalau berlangsung terlalu lama. Ini film tentang kemanusiaan, bagaimana keluarga, lingkungan, dan sistem bisa membentuk seseorang beserta luka dan traumanya," ujar Adis.
Senada dengan itu, penulis naskah Benjamin Bernard Chenier mengungkapkan ide cerita lahir dari pengalaman pribadinya saat terlibat dalam sejumlah organisasi sosial.
Dari sana, ia melihat langsung berbagai bentuk kekerasan yang menurutnya sangat mengerikan.
"Kalau kita terus menormalisasi kekerasan, itu akan semakin parah dan tertanam di masyarakat. Harapannya, cerita ini bisa mengingatkan supaya tragedi seperti itu tidak terus berulang," kata Benjamin.
Sofia merupakan film psychological horror produksi Lasisi Pictures dengan naskah orisinal karya Benjamin Bernard Chenier dan disutradarai Adis Kayl Yurahmah.
Film ini mengusung cerita yang berfokus pada perjalanan karakter Sofia, seorang gadis yang mengalami trauma akibat kekerasan yang membentuk kondisi psikologisnya.
Dibintangi Anantya Kirana, Carissa Perusset, Wulan Guritno, Nugie, Kiki Narendra, Habil Nugraha, Leony V.H., dan Ayu Diandra, film ini akan segera memasuki proses pengambilan gambar utama.