- Abdul Hakam Siraj asal Surabaya sukses menjadi kreator konten kuliner jenaka bernama The Sabron Family sejak awal kariernya.
- Remaja kelahiran 5 Juli 2007 ini memikat jutaan warganet melalui aksi jahil mengganggu ibunya yang sedang memasak di dapur rumahnya.
- Berkat konsistensi dan popularitas kontennya, ia berhasil membeli rumah sendiri di usia yang masih sangat belia.
Suara.com - Siapa sangka, omelan ibu di dapur bisa menjadi ladang rezeki yang luar biasa.
Itulah yang dialami oleh Abdul Hakam Siraj, pemuda asal Surabaya yang kini dikenal luas sebagai kreator konten kuliner jenaka dengan nama panggung The Sabron Family.
Berawal dari aksi jahil mengganggu ibunya yang sedang memasak, remaja kelahiran 5 Juli 2007 ini justru berhasil memikat hati jutaan warganet.
Tak tanggung-tanggung, berkat konsistensinya menyebarkan keceriaan, ia sudah berhasil membeli rumah sendiri di usia yang masih sangat belia.
Keajaiban "Goreng Kerupuk Setoples"
Karier Hakam di dunia digital bermula secara tidak sengaja. Sebagai pemuda berdarah campuran Jawa, Arab, dan Melayu, ia sering merasa terhibur sekaligus bingung dengan omelan ibunya yang menggunakan bahasa khas Surabaya.
"Awalnya aku sering usilin Mami kalau lagi di dapur. Mamiku kan orang Arab-Jawa Surabaya, hobinya ngomel pakai bahasa Surabaya. Nah, aku kadang enggak ngerti apa yang diomelin walaupun aku lahir di Surabaya," kenang lulusan SMA Al Azhar ini sembari tertawa.
Interaksi spontan dan penuh kehangatan keluarga itulah yang kemudian ia unggah ke media sosial.
Namun, titik balik popularitasnya terjadi saat sebuah insiden "dapur" menjadi viral: ia menggoreng kerupuk satu toples sekaligus karena belum paham teknik memasak yang benar.
Kejujuran dan kepolosannya saat gagal di dapur justru memicu gelak tawa dan membuat namanya melambung tinggi.
Branding Unik: Sarung Biru dan Sapaan "Neng"
Kini, The Sabron Family telah memiliki lebih dari 1,4 juta pengikut di TikTok. Bukan sekadar konten masak biasa, Hakam membangun personal branding yang sangat kuat dan ikonik.
Penonton setianya pasti hafal dengan penampilannya yang selalu mengenakan sarung biru dan sapaan khas "Neng" untuk para penontonnya.
"Aku suka pakai sarung biru dan itu jadi ikonik buat netizen. Terus aku suka menyapa penonton dengan sebutan 'Neng'," ujar cowok dengan tinggi badan 167 cm ini.
Meski persaingan kreator konten semakin ketat, Hakam memilih untuk tetap rendah hati. Ia mengaku tidak pernah merasa bersaing dengan siapa pun.
Baginya, naik-turunnya jumlah penonton adalah hal biasa yang harus dinikmati. Bahkan, ia memilih menutup telinga dari komentar negatif dan fokus pada tujuannya menghibur orang lain.
Sukses Beli Rumah dari Hasil "Masakan Gagal"
Kerja keras dan sikap positifnya berbuah manis. Di usia yang belum genap 20 tahun, Hakam membuktikan bahwa dunia kreatif digital bisa menjamin masa depan.
"Alhamdulillah, dari hasil konten bisa beli rumah sendiri," ucapnya penuh syukur.
Menariknya, hubungan Hakam dengan para penggemarnya terbilang unik. Jika kreator masak lain dipuji karena keahliannya, netizen justru lebih senang melihat Hakam "gagal" di dapur.
"Mereka bukannya kasih masukan, malah senang kalau aku enggak bener masaknya. Padahal aku sudah usaha masak yang bener, eh mereka malah enggak percaya dan tetap nyuruh aku goreng kerupuk terus!" tuturnya sambil berkelakar.
Kisah The Sabron Family menjadi bukti bahwa keaslian (authenticity) dan kedekatan dengan keluarga adalah resep ampuh untuk meraih kesuksesan di era digital.
Dari dapur sang ibu, kini Abdul Hakam Siraj berhasil membangun istananya sendiri.