Desakan Hukum Mati Koruptor, Ini Dia Koruptor Pertama Divonis Mati di Indonesia

Galih Prasetyo

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:50 WIB
Desakan Hukum Mati Koruptor, Ini Dia Koruptor Pertama Divonis Mati di Indonesia
Teuku Jusuf Muda Dalam [Koleksi Tempoe Doeloe, dikurasi ulang oleh Suara.com]
baca 10 detik
  • Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berunjuk rasa di depan gedung DPR Jakarta menuntut penerapan hukuman mati bagi koruptor.
  • Mantan Gubernur Bank Indonesia Jusuf Muda Dalam divonis hukuman mati oleh pengadilan pada September 1966 atas kasus korupsi.
  • Terpidana mati Jusuf Muda Dalam meninggal dunia di Rumah Sakit Cimahi akibat infeksi tetanus sebelum eksekusi dilaksanakan.

Dalam sejumlah sumber sejarah, nilai dana yang dipersoalkan dalam perkara tersebut diklaim mencapai sekitar Rp97,3 miliar.

Persidangan Jusuf berlangsung di Gedung Bappenas, Jakarta, pada akhir Agustus 1966.

Kejaksaan Agung bahkan menerbitkan buku Proses Peradilan Jusuf Muda Dalam ex Menteri Urusan Bank Sentral pada 1967 yang merekam proses perkara tersebut.

Selain kasus korupsi, Jusuf Muda Dalam didakwa memiliki atau menguasai senjata api tanpa izin.

Di ruang sidang, jaksa menghadirkan saksi-saksi untuk membangun konstruksi perkara.

Hukumonline mencatat sedikitnya 24 saksi dan ahli dalam bahan persidangan yang dipublikasikan, sementara sumber lain yang merujuk proses perkara menyebut jumlah saksi mencapai 175 orang selama rangkaian persidangan.

Jusuf Muda Dalam membantah sejumlah tuduhan.

Namun majelis hakim Pengadilan Negeri Istimewa Jakarta menyatakan ia bersalah dalam perkara yang mencakup subversi, penyimpanan senjata api tanpa izin, penggelapan uang dalam jabatan, serta perkawinan yang dianggap memiliki halangan hukum.

Pada 9 September 1966, pengadilan menjatuhkan hukuman mati.

baca juga

Jusuf kemudian mengajukan kasasi. Mahkamah Agung memutus perkara itu melalui Putusan Nomor 15 K/Kr/1967, dengan majelis yang diketuai Surjadi, S.H., serta anggota Subekti, S.H. dan M. Abdurrachman, S.H.

Putusan tersebut tercatat bertanggal 8 April 1967 dan mempertahankan hukuman mati.

Jusuf Muda Dalam Tak Dieksekusi

Namun, vonis mati itu tidak pernah berakhir di depan regu tembak.

Jusuf Muda Dalam meninggal dunia ketika masih menjalani masa penahanan, sebelum hukuman mati terhadap dirinya dilaksanakan.

Jusuf Muda Dalam meninggal karena infeksi tetanus. Ia menghembuskan nafas terakhir dengan status terpidana mati di Rumah Sakit Cimahi pada 26 Agustus 1976.

Sebelum masuk pemerintahan, Jusuf Muda Dalam memiliki pengalaman sebagai wartawan dan pernah aktif dalam dunia politik. Kariernya kemudian berkembang hingga menduduki posisi strategis di sektor keuangan.

Pada 23 November 1963, Presiden Soekarno mengangkatnya sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Ia kemudian dipercaya menjadi Menteri Urusan Bank Sentral, sehingga memiliki posisi sangat penting dalam pengelolaan kebijakan moneter Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Botok Ungkap Alasan Tarik Massa AMPB dari DPR: Tak Mau Dibenturkan dan Ditangkap Polisi

Botok Ungkap Alasan Tarik Massa AMPB dari DPR: Tak Mau Dibenturkan dan Ditangkap Polisi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Demo 27 Agustus di DPR, Massa Desak RUU Perampasan Aset Segera Diketok

Demo 27 Agustus di DPR, Massa Desak RUU Perampasan Aset Segera Diketok

Foto | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Terkini

Allah Tidak Tidur, Curhat Pilu Bang Madun di Tengah Perseteruan Aa Juju dan Awkarin

Allah Tidak Tidur, Curhat Pilu Bang Madun di Tengah Perseteruan Aa Juju dan Awkarin

Entertainment | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:51 WIB

Dukungan Dini Parpol untuk Prabowo 2029: Komitmen Nyata atau Cari Aman?

Dukungan Dini Parpol untuk Prabowo 2029: Komitmen Nyata atau Cari Aman?

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:49 WIB

8 Penyebab Kulkas Berbunyi Bising dan Berdengung Kencang, Ini Solusinya

8 Penyebab Kulkas Berbunyi Bising dan Berdengung Kencang, Ini Solusinya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Review Film Idiots: Cerita Seru Dua Pria Mengawal Remaja Penuh Masalah!

Review Film Idiots: Cerita Seru Dua Pria Mengawal Remaja Penuh Masalah!

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Setelah Pakai Milk Cleanser Viva Perlu Cuci Muka? Begini Urutannya, Jangan Keliru

Setelah Pakai Milk Cleanser Viva Perlu Cuci Muka? Begini Urutannya, Jangan Keliru

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Cara Federal Oil Menjaga Kepercayaan Pengendara Motor Harian

Cara Federal Oil Menjaga Kepercayaan Pengendara Motor Harian

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Kenapa Gigi Tidak Menjadi Putih Meski Rutin Disikat? Ini Penjelasannya

Kenapa Gigi Tidak Menjadi Putih Meski Rutin Disikat? Ini Penjelasannya

Health | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Darurat Karhutla: Ketika Asap Beracun dan Ancaman Penyakit Mengintai Warga Tanpa Henti

Darurat Karhutla: Ketika Asap Beracun dan Ancaman Penyakit Mengintai Warga Tanpa Henti

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Gibran Respons Rapor Merah CELIOS: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik

Gibran Respons Rapor Merah CELIOS: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:19 WIB

KDM di Undip: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan, daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak

KDM di Undip: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan, daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak

Jawa Tengah | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:18 WIB

×