- Film aksi-komedi Taxi 5 dijadwalkan tayang di Trans TV pada Rabu, 2 September 2026, pukul 20.00 WIB.
- Polisi Paris Sylvain Marot ditugaskan menangkap Geng Italia di Marseille menggunakan taksi legendaris milik Daniel Morales.
- Sutradara Franck Gastambide menghadirkan kembali aksi pengejaran mobil spektakuler dan humor khas Prancis untuk menghibur penonton.
Suara.com - Setelah sebelas tahun terparkir di garasi, waralaba film aksi-komedi legendaris asal Prancis, Taxi, akhirnya kembali mengaspal.
Dirilis pada 2018, Taxi 5 muncul sebagai sebuah "soft reboot" yang mencoba menyuntikkan energi baru ke dalam seri yang diproduseri oleh Luc Besson ini.
Meski tanpa kehadiran duo ikonik Samy Naceri dan Frédéric Diefenthal, film ini tetap berhasil mencuri perhatian pecinta kecepatan di seluruh dunia.
Taxi 5 akan tayang pada Rabu (2/9/2026) malam pukul 20.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Estafet Baru di Balik Kemudi
Kali ini, tongkat estafet beralih ke tangan Franck Gastambide, yang tidak hanya menjadi pemeran utama tetapi juga duduk di kursi sutradara.
Gastambide berperan sebagai Sylvain Marot, seorang polisi elit dari Paris yang memiliki kemampuan mengemudi luar biasa namun memiliki masalah perilaku.
Akibat sebuah skandal, ia "dibuang" ke kepolisian Marseille.
Di kota pelabuhan yang kacau tersebut, Marot ditugaskan untuk menghentikan "Geng Italia" yang merampok toko perhiasan menggunakan mobil Ferrari yang sangat kencang.
Masalahnya, armada kepolisian Marseille hanya memiliki mobil-mobil tua yang lambat.
Satu-satunya harapan Marot adalah menemukan taksi legendaris milik Daniel Morales yang telah lama hilang.
![Taxi 5 akan tayang pada Rabu (2/9/2026) mala ini pukul 20.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/02/70435-taxi-5.jpg)
Duo Kocak dan Kembalinya Sang Legenda
Untuk menemukan taksi tersebut, Marot harus bekerja sama dengan Eddy Maklouf (diperankan oleh komedian Malik Bentalha), yang ternyata adalah keponakan dari Daniel.
Berbeda dengan pamannya yang jenius di balik kemudi, Eddy adalah pengemudi taksi terburuk di Marseille.
Chemistry antara polisi yang kaku dan pengemudi amatir yang konyol ini menjadi motor penggerak komedi di sepanjang film.
Bagi penggemar setia, kehadiran Bernard Farcy yang kembali memerankan tokoh ikonik Komisaris Gibert, yang kini telah menjabat sebagai Walikota Marseille, menjadi obat rindu yang sangat efektif.
Tingkah konyol dan ketidakmampuannya yang legendaris tetap menjadi sumber tawa utama.
Tak ketinggalan, aktris berbakat Sabrina Ouazani hadir memberikan warna sebagai Samia, mekanik tangguh yang merupakan adik dari Eddy.
Visual Memukau dan Aksi Tanpa Henti
Taxi 5 tetap setia pada akarnya: pengejaran mobil yang gila, tabrakan beruntun yang spektakuler, dan humor slapstick khas Prancis.
Penggunaan mobil Peugeot 407 yang telah dimodifikasi dengan berbagai gadget canggih memberikan sensasi nostalgia yang kuat bagi penonton yang tumbuh besar dengan film-film pendahulunya.
Meskipun beberapa kritikus Eropa menyebut plotnya cukup sederhana, mereka memuji kualitas produksi dan sinematografi yang menangkap keindahan kota Marseille dengan sangat dinamis.
Film ini tidak mencoba menjadi film aksi yang serius, melainkan persembahan manis untuk para penggemar kecepatan yang ingin hiburan ringan namun memacu adrenalin.
Taxi 5 adalah sebuah perayaan atas kecepatan dan kekonyolan. Franck Gastambide berhasil membuktikan bahwa waralaba ini masih memiliki "bensin" yang cukup untuk melaju di era modern.
Bagi Anda yang merindukan raungan mesin di jalanan sempit Marseille dan komedi yang mengocok perut, film ini adalah tontonan wajib.
Taksi putih legendaris itu mungkin sudah tua, tapi di tangan yang tepat, ia masih bisa melesat lebih cepat dari sebuah Ferrari.