- Yayasan Ahmad Subardjo meluncurkan ulang buku Kesadaran Nasional di Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jakarta pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
- Peluncuran edisi kedua buku tersebut bertujuan mengenalkan fondasi diplomasi dan sejarah proklamasi kepada generasi Z dan milenial.
- Karya otobiografi ini merangkum perjalanan hidup Ahmad Subardjo sejak masa pergerakan mahasiswa hingga menjadi Menteri Luar Negeri pertama RI.
"Sejarah bukan sekadar diingat, tapi menjadi alat untuk memahami sebab-akibat dan berani mengambil keputusan di tengah ketidakpastian," tuturnya.
Amanah untuk Masa Depan
Bagi keluarga besar, buku ini adalah sebuah amanah. Hutomo Said, cucu Ahmad Subardjo sekaligus Ketua Yayasan Ahmad Subardjo, berharap karya ini menjadi kompas bagi anak muda agar tidak kehilangan identitas.
"Generasi muda jangan sampai lepas dari sejarah. Dari sini kita punya pijakan untuk memahami siapa kita dan ke mana bangsa ini akan melangkah," pesan Hutomo.
Tentang Buku
Kesadaran Nasional merangkum perjalanan hidup Ahmad Subardjo, mulai dari masa sekolah, pergerakan mahasiswa di Eropa, keterlibatan di Perhimpunan Indonesia, hingga perannya sebagai Menteri Luar Negeri pertama RI.
Edisi kedua ini hadir dengan penyajian yang lebih modern tanpa mengubah esensi kesaksian asli sang tokoh bangsa.