- Mitra SPPG Makale Batupapan, Louice Cristiana Mangontan, melontarkan pernyataan kontroversial dalam rapat DPRD Tana Toraja pada September 2026.
- Pernyataan tersebut memicu kemarahan publik setelah insiden dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis menimpa 165 siswa dan guru.
- Kebijakan Satgas MBG mencatat puluhan korban masih menjalani rawat inap di tiga rumah sakit akibat peristiwa itu.
Suara.com - Pernyataan salah satu mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makale Batupapan 1 dalam rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Tana Toraja menuai sorotan tajam.
Pada video yang viral di sosila media, ucapan dari Louice Cristiana Mangontan yang disampaikan dalam forum tersebut menuai kemarahan publik.
“Kalau sudah tahu bau, kenapa masih dimakan, Tabe’,” ujar Lusi sambil menepuk meja ruang sidang paripurna DPRD Tana Toraja.
Ucapan kontroversial itu muncul ketika RDP membahas kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami siswa dan guru SMPN 1 Makale serta SMPN 2 Makale.
Hingga Jumat (4/9/2026) sore, data Satgas MBG Tana Toraja mencatat 165 orang terdampak, dengan 22 korban masih menjalani rawat inap di tiga rumah sakit.
Respons keras muncul dari orang tua siswa yang hadir dalam RDP.
Mereka mempertanyakan bagaimana siswa dapat dibebani tanggung jawab untuk mengetahui kondisi makanan yang telah disediakan melalui program resmi sekolah.
Potongan video pernyataan tersebut kemudian menyebar di media sosial.
Cuplikan suasana RDP yang memperlihatkan perdebatan antara pihak penyedia MBG dan peserta rapat.
Lantas siapa Louice Cristiana Mangontan?
Perempuan yang akrap disapa Lusi itu diketahui merupakan ketua Yayasan Magnolia Champaca Virginiana, yayasan yang menjadi mitra SPPG Makale Batupapan 1.
Menariknya, nama Yayasan Magnolia Champaca Virginiana sudah muncul dalam daftar SPPG di Sulawesi Selatan sebelum kasus September 2026.
Pada April 2026, SPPG Makale Batupapan termasuk 136 dapur MBG di Sulsel yang dihentikan sementara oleh BGN, dalam kebijakan yang berkaitan dengan pemenuhan standar seperti SLHS dan IPAL.