- Deputi Bakom Ulta Levenia menyoroti erupsi enam gunung Indonesia melalui akun Instagram pribadinya.
- Ulta mengaitkan erupsi tersebut dengan proyek HAARP Amerika Serikat serta pertemuan Presiden RI dengan Putin.
- PVMBG menyatakan erupsi enam gunung tersebut murni dinamika vulkanik independen tanpa kaitan dengan HAARP.
"Sebelum ada data & bukti ilmiah kuat, sebaiknya sih menahan diri beropini," sambung akun lainnya.
HAARP merupakan fasilitas penelitian yang digunakan untuk mempelajari ionosfer menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi.
Program tersebut memang memiliki keterlibatan pendanaan dari lembaga pemerintah Amerika Serikat pada fase awalnya, termasuk militer AS.
Fakta tersebut kemudian kerap menjadi bahan berbagai teori konspirasi di internet.
HAARP dituding memiliki kemampuan untuk mengendalikan cuaca, memicu badai hingga menyebabkan gempa dan aktivitas vulkanik.
PVMBG: Erupsi Enam Gunung Tidak Saling Memicu
Pernyataan Ulta muncul ketika Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut.
PVMBG memastikan enam gunung api yang mengalami erupsi bersamaan pada 31 Agustus 2026 merupakan dinamika vulkanik yang berlangsung secara independen.
Keenamnya adalah Gunung Ibu, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, Anak Krakatau, dan Sinabung.
Kepala PVMBG Badan Geologi, Rita Susilawati, menjelaskan Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik dengan 127 gunung api aktif.
Kondisi tersebut memungkinkan sejumlah gunung api mengalami erupsi pada waktu yang berdekatan tanpa berarti memiliki keterkaitan sistemik.
Dengan demikian, hingga informasi yang tersedia saat ini, tidak terdapat bukti ilmiah yang menghubungkan proyek HAARP dengan erupsi enam gunung api tersebut.