- Pemerintah Australia memperingatkan warganya di Indonesia mengenai bahaya erupsi gunung berapi dan risiko keracunan metanol.
- Maskapai Qantas membatalkan serta mengubah jadwal penerbangan menuju Jakarta akibat sebaran abu vulkanik gunung berapi aktif.
- Qantas memberikan fasilitas pengembalian dana, kredit perjalanan, atau perubahan jadwal tanpa biaya bagi penumpang terdampak.
Suara.com - Pemerintah Australia memberikan peringatan kepada warganya yang akan berkunjung ke Indonesia terkait aktivitas gunung berapi, termasuk erupsi gunung Anak Krakatau dan Gunung Lewotobi di NTT.
Pemerintah Australia melalui Smartraveller mengingatkan warganya mengenai potensi dampak abu vulkanik terhadap kualitas udara di wilayah sekitar gunung api aktif.
"Warga yang memiliki asma atau gangguan pernapasan lainnya harus lebih berhati-hati dan mengikuti saran kesehatan dari otoritas setempat," demikian imbauan Smartraveller.
Smartraveller juga meminta warga Australia yang melakukan pendakian di sekitar gunung api aktif untuk memperhatikan zona larangan.
Batas zona tersebut dapat berubah dengan cepat mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik.

Selain peringatan terkait erupsi, pemerintah Australia mengingatkan warganya isiko keamanan terkait konsumsi minuman.
Wisatawan diminta berhati-hati karena sejumlah minuman dapat dicampur zat berbahaya, termasuk metanol.
"Disarankan tidak meninggalkan makanan atau minuman tanpa pengawasan. Kasus keracunan metanol sebelumnya dilaporkan terjadi di sejumlah tujuan wisata populer, termasuk Bali dan Lombok," tulis Smartraveller.
Penerbangan dari Australia Terganggu
Sejumlah penerbangan menuju dan dari Jakarta dibatalkan setelah abu vulkanik dari gunung api aktif tersebut berdampak pada operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Maskapai asal Australia, Qantas, menjadi salah satu operator yang terdampak.
Qantas mengonfirmasi sejumlah penerbangan dengan nomor QF39, QF40, QF41, dan QF42 mengalami perubahan akibat kondisi di sekitar Jakarta.
Penerbangan QF41 dari Sydney menuju Jakarta termasuk layanan yang terdampak.
Maskapai tersebut menegaskan tidak akan mengoperasikan penerbangan sampai kondisi dinilai aman.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi kami. Layanan akan kembali beroperasi ketika kondisi memungkinkan," kata Qantas dalam pernyataannya.