Suara.com - Umat Muslim beribadah di Masjid Jami' Al-Ma'mur, Cikini, Jakarta, Senin (4/4/2022). Di wilayah DKI Jakarta, banyak ditemukan masjid bersejarah, salah satunya Masjid Jami' Al-Ma'mur yang merupakan salah satu masjid tertua dengan sejarah yang panjang.
Masjid Jami Al Ma'mur Cikini dibangun sejak akhir abad ke-19, tepatnya pada 1890 oleh maestro pelukis Indonesia, Raden Saleh Syarif Bustaman.
Bangunan yang juga disebut Masjid Raden Saleh Cikini tersebut mulanya merupakan pindahan surau sederhana di kediaman Raden Saleh yang luasnya dari Cikini hingga Tugu Tani, Menteng.
Sepeninggal Raden Saleh, masjid ini beberapa kali berpindah kepemilikan. Lahan dan bangunan masjid dibeli Sayed Abdullah bin Alatas yang selanjutnya dijual kepada yayasan milik pemerintah kolonial Belanda, Koningen Emma Ziekenhuis.
Yayasan Emma Ziekenhuis mulanya berencana ingin membongkar masjid tersebut untuk dibangun rumah sakit nonprofit dan aktivitas misionaris di atas lahan. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan oleh warga setempat hingga memicu aksi perlawanan.
Sampai-sampai tokoh pergerakan nasional seperti HOS Tjokroaminoto, Agus Salim, KH. Mas Mansyur dan lainnya turun tangan untuk mempertahankan bangunan Masjid Jami Al Ma'mur.
Kemudian pada tahun 1930, warga sekitar berinisiatif untuk merenovasi masjid secara permanen, mengingat sebelumnya bangunan hanya terbuat dari gedek bambu dan dipindah dengan cara digotong.
Dibantu Sarekat Islam, warga beramai-ramai turut memberikan iuran untuk pembangunan masjid. Setelah pemugaran selesai, Masjid Jami Al Ma'mur lalu diresmikan oleh KH. Agus Salim pada 1932.
Akan tetapi, sengketa lahan kembali memanas sesaat setelah Indonesia merdeka. Saat itu, Kementrian Agraria RI menerbitkan SK hak milik rumah sakit atas nama Dewan Gereja Indonesia (DGI).
Peristiwa tersebut memaksa berbagai pihak, termasuk pemerintah DKI Jakarta dan pengurus masjid untuk berunding. Hingga akhirnya proses sengketa lahan terselesaikan pada 1991. Lahan masjid dikembalikan kepada pihak semula yakni Yayasan Masjid Al Makmur. [Suara.com/Angga Budhiyanto]