Suara.com - Nelayan berada di tepi sungai yang mengalami pendangkalan di banjir kanal Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Senin (15/6/2026). Pascabencana banjir bandang 7 bulan lalu, nelayan di kawasan Air Tawar dan Ulak Karang Utara kesulitan melaut karena pendangkalan sungai.
Pendangkalan sungai diduga terjadi akibat sedimentasi dan endapan material yang terbawa banjir bandang pada akhir 2025. Kondisi tersebut menyebabkan alur keluar masuk perahu menyempit sehingga aktivitas melaut nelayan menjadi terganggu.
Selain menghambat aktivitas nelayan, pendangkalan juga mengurangi kapasitas aliran sungai dan meningkatkan risiko banjir saat curah hujan tinggi. Sejumlah titik muara sungai di kawasan Ulak Karang diketahui masih mengalami penumpukan sedimen pascabencana.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang melakukan pengerukan sedimentasi dan sisa material banjir di sejumlah muara sungai. Warga berharap upaya tersebut dapat memperlancar akses perahu nelayan sekaligus mengurangi potensi banjir di kawasan pesisir. [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/bar]