Suara.com - Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memaparkan arah transformasi KAI dalam SBM ITB Industrial Summit 2026 di Jakarta. KAI menargetkan pertumbuhan baru dengan mengoptimalkan aset, teknologi, keahlian, dan basis pelanggan.
KAI Group mencatat 503,5 juta pelanggan pada 2025, naik 8,52% dari 464 juta pelanggan pada 2024. Saat ini, sekitar 94% pendapatan KAI masih berasal dari bisnis transportasi, sementara non-farebox sekitar 6%.
KAI akan mengembangkan empat mesin pertumbuhan, yakni aset operasional, aset berwujud, aset berbasis kapabilitas, dan aset teknologi. Pengembangannya mencakup properti, kawasan TOD, layanan digital, MRO, manufaktur, hingga keahlian perkeretaapian.
Transformasi juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi transportasi dan logistik nasional. KAI mulai mendorong pemanfaatan AI dan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas operasi serta mengoptimalkan kapasitas jaringan yang tersedia.
Menuju 2045, KAI menargetkan volume pelanggan sekitar 1,4 miliar per tahun dan kontribusi bisnis non-farebox 20–25%. Perseroan juga membidik posisi sebagai world-class railway operator untuk memperkuat konektivitas dan daya saing Indonesia.