Suara.com - Petani memperbaiki kincir air di Kampung Sukasirna, Desa Manggungsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026). Petani setempat membuat empat kincir air secara swadaya di Sungai Citanduy untuk mengairi lahan pertanian selama musim kemarau.
Setiap kincir air dibuat dengan biaya sekitar Rp1,5 juta dan mampu mengairi lahan sekitar satu hektare. Petani memilih cara swadaya tersebut karena lebih hemat dibandingkan menggunakan pompa air.
Upaya ini dilakukan di tengah musim kemarau yang berdampak pada pasokan air. BMKG menyebut sebagian besar wilayah Jawa Barat memasuki puncak kemarau pada Agustus, dengan kondisi yang lebih kering dari biasanya.
Pemkab Tasikmalaya juga menyiapkan pembangunan sumur bor di setiap kecamatan pada 2026 untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat dan pertanian saat kemarau. [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym]