Detik-Detik 3 ASN Ditembak, Rombongan Lebih Dulu Dicegat Pria Bawa Parang

Bella, Faqih Fathurrahman

Jum'at, 11 September 2026 | 15:27 WIB
Detik-Detik 3 ASN Ditembak, Rombongan Lebih Dulu Dicegat Pria Bawa Parang
Salah satu kerabat menangis di depan peti berisi jenazah Wili Mbuik yang tiba di Bandara El Tari Kupang, Provinsi NTT, Jumat (11/9/2026). [ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/app/YU]
baca 10 detik
  • Rombongan ASN Dinas Pertanian dicegat dan dieksekusi oleh pelaku bersenjata di Jayawijaya pada Jumat, 11 September 2026.
  • Delapan orang selamat melarikan diri untuk bersembunyi, sementara tiga ASN lainnya tewas ditembak di tempat.
  • Aparat mengidentifikasi dua pelaku berinisial PN dan KT yang juga masuk daftar pencarian orang kasus lama.

Suara.com - Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo mengisahkan peristiwa mencekam sebelum penembakan terhadap 3 ASN Dinas Pertanian di Jayawijaya.

Berdasarkan kesaksian dari delapan orang yang selamat, kata Yusuf, rombongan dicegat oleh seseorang yang membawa parang usai melakukan survei dan penyuluhan bidang peternakan.

“Di tengah jalan mereka diadang oleh satu orang menggunakan parang,” kata Yusuf kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).

Rombongan kemudian diminta untuk turun dari kendaraan. Sebagian dari rombongan kemudian digiring ke belakang kendaraan.

Selanjutnya, tiga orang yang digiring ke belakang kendaraan langsung ditembak mati oleh pelaku.

“Ketiga korban ini digiring ke belakang kendaraan dan di situ mereka ditembak, mereka dieksekusi,” ujar Yusuf.

Sementara itu, delapan orang lainnya menyelamatkan diri masing-masing. Sebagian dari mereka melarikan diri ke belakang Puskesmas yang berada di lokasi untuk bersembunyi.

“8 orang ini lari, melarikan diri mencari selamat masing-masing. Ada yang bersembunyi di belakang Puskesmas,” tandasnya.

Yusuf juga mengaku saat ini pihaknya telah dapat mengidentifikasi dua pelaku penembakan. Keduanya berinisial PN dan KT.

baca juga

Yusuf mengatakan, kedua orang yang sudah teridentifikasi ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Sebab, keduanya disinyalir pernah melakukan penculikan pilot pada 2023 silam.

“Kedua orang ini masuk dalam DPO kita, terkait dengan kasus penculikan. Penculikan pilot yang berhasil kita bebaskan tahun lalu 2024, kejadian penculikannya di 2023,” ucap Yusuf.

Selanjutnya, kedua pelaku juga telah masuk DPO akibat kasus pembantaian PT Istaka Karya pada 2019.

Saat itu, mereka melakukan perampokan serta menculik dan membunuh puluhan pegawai PT Istaka Karya yang pada saat itu sedang melakukan pembangunan trans jalan di Papua.

Yusuf mengatakan, penembakan terhadap tiga ASN ini diduga dilakukan secara acak. Tujuannya untuk menebar teror di tengah masyarakat Papua.

“Biasanya mereka melakukannya itu secara random. Jadi, kalau modus yang mereka lakukan, ini mereka memang selalu menebar teror dengan ancaman kekerasan maupun tindakan kekerasan,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isak Tangis Sambut Jenazah Korban Penembakan KKB

Isak Tangis Sambut Jenazah Korban Penembakan KKB

Foto | Jum'at, 11 September 2026 | 15:00 WIB

59 Nyawa Melayang Dalam 6 Bulan! Komnas HAM Minta Prabowo Atasi Krisis Kekerasan di Papua

59 Nyawa Melayang Dalam 6 Bulan! Komnas HAM Minta Prabowo Atasi Krisis Kekerasan di Papua

News | Jum'at, 11 September 2026 | 14:32 WIB

Tak Tepat Sasaran! BGN Coret 1.653 Sekolah Elite dari Program MBG

Tak Tepat Sasaran! BGN Coret 1.653 Sekolah Elite dari Program MBG

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:14 WIB

Tiga ASN Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB, Polisi Buru Pelaku

Tiga ASN Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB, Polisi Buru Pelaku

News | Kamis, 10 September 2026 | 15:45 WIB

Purbaya Bantah Gaji ASN Daerah Kini Dibayar dari Bank Himbara

Purbaya Bantah Gaji ASN Daerah Kini Dibayar dari Bank Himbara

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 09:13 WIB

ASN Run 2026 Resmi Digelar, Menteri PANRB: Energi Positif untuk Hadir Melayani Masyarakat

ASN Run 2026 Resmi Digelar, Menteri PANRB: Energi Positif untuk Hadir Melayani Masyarakat

News | Minggu, 06 September 2026 | 13:50 WIB

Mengenal Fakfak, Surga Pala di Papua Barat yang Kini Dikepung Api

Mengenal Fakfak, Surga Pala di Papua Barat yang Kini Dikepung Api

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 12:50 WIB

Menteri Rini: Reformasi Birokrasi Harus Bergeser dari Prosedur ke Dampak Terukur

Menteri Rini: Reformasi Birokrasi Harus Bergeser dari Prosedur ke Dampak Terukur

News | Jum'at, 04 September 2026 | 10:54 WIB

Pansus DPD RI Komitmen Cari Solusi Permanen Soal Konflik dan HAM Papua

Pansus DPD RI Komitmen Cari Solusi Permanen Soal Konflik dan HAM Papua

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:23 WIB

Gandeng Komnas HAM, Pansus DPD RI Segera Investigasi Pelanggaran HAM dan Masalah PSN Papua

Gandeng Komnas HAM, Pansus DPD RI Segera Investigasi Pelanggaran HAM dan Masalah PSN Papua

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:17 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×