Fresh.suara.com - Live podcast yang digelar dr Richard Lee di akun YouTube-nya pada Rabu (17/8/2022) malam, diwarnai debat panas dan pembuktian kesaktian. Jindan, perwakilan LSM Persatuan Hipnoterapi Tabib Paranormal dan Dukun Indonesia, pihak pelapor Marcel Radhival si Pesulap Merah, menolak tantangan pembuktian kekebalan jarum infus dari dr. Richard Lee.
Namun, ia mempunyai alasan untuk menolak tantangan tersebut. Apa alasannya? Simak selengkapnya di sini.
LSM Persatuan Hipnoterapi Tabib Paranormal dan Dukun Indonesia datang ke acara live dr. Richard Lee diwakili oleh seorang staf bernama Jindan dan kuasa hukum pelapor, Firdaus Oiwobo.
Setelah beradu argumen mengenai berbagai hal di seputar pelaporan Marcel Radhival oleh pihak pelapor, dr. Richard Lee menantang Jindan untuk melakukan pembuktian kesaktian. Jindan, yang mengaku berasal dari kalangan Habaib dan merupakan cicit dari Mbah Priuk, lantas menunjukkan kesaktiannya tidak mempan jarum pentul.
Jindan menusukkan jarum pentol ke wajahnya dan tidak terluka sama sekali oleh tajamnya jarum pentol tersebut. Jindan juga mengungkapkan, dirinya kebal tembak peluru gotri.
Kemudian, dr.Richard Lee menantang Jindan untuk menguji kekebalan tubuhnya akan jarum infus jenis abocath. Namun, dr. Richard meminta agar dirinya-lah yang menusuk Jindan.
“Kalau saya yang nusuk boleh nggak?” tanya dr. Richard.
Jindan lantas bertanya, apa yang akan diberikan dr.Richard padanya jika ia terbukti kebal jarum infus abocath.
“Jikalau dokter Richard Lee nusuk saya, saya ngga masuk, apa yang pengin dikasih kasih sama saya?” tanya Jindan.
Dokter Richard lantas menawarkan memberikan iPhone tipe apapun.
“Saya suntik pakai jarum abocath kalau nggak masuk saya kasih iPhone, sebut aja” jawab dr. Richard.
“Tapi fair ya, jangan ada dendam dan sakit hati, kita kan ngobrol, pembuktian dong,” lanjut dr. Richard.
Setelah sempat berpikir sejenak, Jindan mengatakan, setiap pakar supranatural memiliki keahlian spesialisasi masing-masing. Untuk dirinya, ia hanya anti tembak dan anti tusuk jarum pentol.
“Saya pribadi, masalah cutter masalah apa, profesi saya anti tembak, beda lagi, ada lagi pelajarannya, dokter aja mau belajar spesialisnya beda lagi kan,” ujar Jindan menjelaskan.
Namun, dr. Richard nampak tak puas dan kembali menantang Jindan untuk menusuk dirinya dengan jarum abocath. Jindan pun memeriksa jarum tersebut dan menanyakan sejumlah hal kepada dr. Richard mengenai jarum tersebut.
“Ujung tajam ini? Ah sama aja bohong, sama batang-batangnya dong, batangnya yang keras ada ngga?” pinta Jindan.
Dokter Richard Lee lantas memperbarui tantangannya. Ia mengatakan, jika tusukan jarumnya masuk, dr. Richard Lee tidak minta apa-apa, melainkan meminta pihak pelapor mencabut laporan terhadap Marcel Radhival.
“Kalau saya bisa masukin, nggak usah kasih saya apa-apa lah, cabut laporan untuk Marcel aja,” tanya dr. Richard.
Pengacara Firdaus Oiwobo pun menolak tawaran tersebut.
“Jangan, kalau itu urusan hukum,” tutur Firdaus.
Firdaus lantas menjelaskan bahwa tantangan dari dr. Richard tidak bisa dipenuhi, pasalnya Jindan belum mempelajari jarum infus itu untuk ilmu kebalnya.
“Artinya gini dalam dunia perdukunan, masing-masing memiliki bidang dan karakter, kalau dia, kebal tembak pun berbeda, beliau ini mendalami pistol ini dan jarum pentul,” tutur Firdaus.
Sekali lagi dr Richard Lee memberikan kesempatan Jindan untuk memenuhi tantangannya. Jindan lantas meminjam jarum abocath tersebut dan meninggalkan mereka. Firdaus mengatakan, Jindan sedang mengajak ngobrol dulu dengan jarumnya.
Tak berapa lama kemudian, Jindan kembali dan mengajak dr. Richard Lee melakukan pembuktian lain, yakni saling menembak.
“Dokter gini aja deh tembak tembakan aja yuk,” yang langsung ditolak dr. Richard Lee dan mengatakan bahwa dirinya tidak kebal tembak.
Ketika diminta kepastiannya apakah bisa memenuhi tantangan dr. Richard atau tidak, Jindan mengatakan bahwa dirinya bukan tidak bisa, melainkan belum mempelajari kebal jarum infus.
“Bukan nggak bisa, tapi nanti, nunggu kun fayakun dari Allah. Jarum, silet, cutter, beda kita beda-beda profesi, ada yang anti tembak, anti tembak aja, ada yang anti pisau, anti pisau aja. Jikalau kita mempelajari ilmu kebal itu ada tingkat-tingkatnya, terus terang,” ujar Jindan menerangkan.
Dr. Richard Lee pun menghargai keputusan Jindan untuk menolak tantangan pembuktian kekebalan dengan jarum infus alias abocath tersebut.
“Saya hargai,” tutur dr. Richard Lee singkat.