Cacar Monyet Masuk Indonesia, Perlukah Vaksinasi Massal? Ini Kata Kemenkes

fresh | Suara.com

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 21:41 WIB
Cacar Monyet Masuk Indonesia, Perlukah Vaksinasi Massal? Ini Kata Kemenkes
Cacar monyet alias Monkey Pox (Pixabay)

Fresh.suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengatakan bahwa terlepas dari fakta sudah terkonfirmasinya kasus pertama cacar monyet atau monkey pox di Indonesia, vaksinasi massal belum dianggap perlu. 

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kemenkes RI dr. Muhammad Syahrir dengan merujuk pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pihak pemberi rekomendasi. Sejauh ini, Indonesia belum dinilai perlu melakukan vaksinasi massal, kendati sudah ada dua hingga tiga negara yang melakukan hal tersebut.

“Untuk sementara ini, WHO memang belum memberikan rekomendasi untuk vaksinasi massal sebagaimana halnya Covid. Jadi saat ini hanya ada dua atau tiga negara yang sudah melakukan vaksinasi,” ujar Syahrir saat memberikan keterangan pers melalui zoom meeting bersama wartawan, Sabtu (20/8/2022).

Akan tetapi, Syahrir mengaku pihaknya tengah mempersiapkan 10 ribu vaksin dengan peruntukkan kepada pasien dan kontak erat cacar monyet.

“Kita juga sedang memproses untuk pengadaannya (vaksin) dan tentu saja harus melalui rekomendasi dari Badan POM. Nah, insya Allah kita ada sekitar 10 ribu vaksin nanti kami adakan dengan proses yang sudah kami sampaikan tadi dan akan kita berikan kepada yang sedang menderita cacar monyet dalam masa inkubasi dan kepada kontak-kontak erat,” tutur Syahrir.

Sebelumnya diberitakan, cacar monyet ini dapat sembuh sendiri setelah masa inkubasi penyakitnya berakhir.

“Untuk itu kita tenang, dengan maksud bahwasannya, sebetulnya cacar monyet ini bisa sembuh sendiri, self limiting disease ya, dalam masa inkubasinya yang 21 sampai 28 hari, pasien ini akan sembuh sendiri,” terang Syahrir.

Syahrir mengatakan lagi, pasien yang tidak memiliki komorbid berat, akan dapat sembuh dengan sendirinya.

“Manakala tidak ada infeksi tambahan atau super infeksi, tidak ada komorbid yang berat, yang menyebabkan bertambah beratnya komorbid itu, Nah kalau pasiennya tidak ada komorbid, tidak ada immunocompromised, nggak ada pemberat-pemberat yang lain, sebetulnya pasien ini bisa sembuh sendiri,” ungkap Syahrir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mana Lebih Parah, Cacar Monyet atau Covid? Begini Keterangan Kemenkes

Mana Lebih Parah, Cacar Monyet atau Covid? Begini Keterangan Kemenkes

| Sabtu, 20 Agustus 2022 | 21:23 WIB

Beda dengan Covid yang Colok Hidung, Begini Cara Tes Swab Cacar Monyet

Beda dengan Covid yang Colok Hidung, Begini Cara Tes Swab Cacar Monyet

| Sabtu, 20 Agustus 2022 | 21:06 WIB

Breaking News! Virus Cacar Monyet Sudah Masuk Indonesia, Ini Pasien Nomor 1

Breaking News! Virus Cacar Monyet Sudah Masuk Indonesia, Ini Pasien Nomor 1

| Sabtu, 20 Agustus 2022 | 20:30 WIB

Pasien Pertama Cacar Monyet Hanya Isolasi Mandiri, Dinkes Lakukan Contact Tracing untuk Deteksi Penularan

Pasien Pertama Cacar Monyet Hanya Isolasi Mandiri, Dinkes Lakukan Contact Tracing untuk Deteksi Penularan

| Sabtu, 20 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Pasien Cacar Monyet Pertama di Indonesia Alami Hal Ini di Sekitar Alat Kelaminnya

Pasien Cacar Monyet Pertama di Indonesia Alami Hal Ini di Sekitar Alat Kelaminnya

| Sabtu, 20 Agustus 2022 | 18:01 WIB

Cegah Cacar Monyet, Masyarakat Diimbau Masturbasi pada Jarak 180 cm Ketimbang Seks Kontak Fisik

Cegah Cacar Monyet, Masyarakat Diimbau Masturbasi pada Jarak 180 cm Ketimbang Seks Kontak Fisik

| Rabu, 29 Juni 2022 | 22:22 WIB

Terkini

Setelah UI Kini IPB, Skandal 'Grup Chat' Mahasiswa Bongkar Dugaan Predator Seksual di Kampus

Setelah UI Kini IPB, Skandal 'Grup Chat' Mahasiswa Bongkar Dugaan Predator Seksual di Kampus

Bogor | Kamis, 16 April 2026 | 19:58 WIB

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Kronologi Lengkap Helikopter PK-CFX: Dari Menukung hingga Jatuh di Hutan Ekstrem Sekadau

Kronologi Lengkap Helikopter PK-CFX: Dari Menukung hingga Jatuh di Hutan Ekstrem Sekadau

Kalbar | Kamis, 16 April 2026 | 19:46 WIB

Film Crocodile Tears Angkat Keluarga Toxic: Penuh Cinta Tapi Menyekap

Film Crocodile Tears Angkat Keluarga Toxic: Penuh Cinta Tapi Menyekap

Entertainment | Kamis, 16 April 2026 | 19:45 WIB

Jadwal Astra Honda Dream Cup 2026: Hadir di 3 Kota Besar, Vario 160 Masuk Lintasan

Jadwal Astra Honda Dream Cup 2026: Hadir di 3 Kota Besar, Vario 160 Masuk Lintasan

Otomotif | Kamis, 16 April 2026 | 19:44 WIB

Menara Galata Tampilkan Sejarah dan Daya Tarik Wisata Istanbul

Menara Galata Tampilkan Sejarah dan Daya Tarik Wisata Istanbul

Foto | Kamis, 16 April 2026 | 19:44 WIB

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:42 WIB

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:39 WIB