Seorang Jemaah Haji Wafat di Kota Mekkah, Begini Hasil Diagnosa Kadinkes Garut

Suara Garut Suara.Com
Minggu, 02 Juli 2023 | 09:14 WIB
Seorang Jemaah Haji Wafat di Kota Mekkah, Begini Hasil Diagnosa Kadinkes Garut
Kepala Dinas Kesehatan, Hj dr Leli Yuliani. (Foto: istimewa)

SUARA  GARUT - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Garut, dr Leli Yuliani, melaporkan seorang jemaah haji asal Sukaregang, Kabupaten Garut dinyatakan meninggal dunia di tanah suci Mekkah pada 30 Juni 2023 waktu setempat.

Almarhumah merupakan jemaah haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Babussalam dengan kloter 70.

Setelah dilakukan pemeriksaan, almarhumah didiagnosa memiliki penyakit jantung dan diabetes.

"Dengan diagnosa jantung dan diabetes,  almarhumah sudah kita rujuk ke rumah sakit, tapi semalam ingin tetap pulang ke tenda Mina," kata Bupati Garut, Rudy Gunawan usai menerima laporan dari Kadinkes.

Sementara itu, Leli menuturkan jika semenjak berangkat dari Kabupaten Garut dan ketika tiba di Rest Area RM Sindang Reret, almarhumah terlihat lemas.

Saat ditanya tim kesehatan, dirinya mengaku tidak merasakan keluhan apapun, hingga akhirnya diinfus, kemudian keadaan membaik.

"Setelah itu, almarhumah juga selalu dilakukan cek kesehatannya, dan diingatkan untuk senantiasa meminum obat yang dibawa," kata dr. Leli yang dikenal murah senyum ini.

Leli menjelaskan, tepatnya tanggal 29 Juni 2023, kaki almarhumah bengkak, namun awalnya menolak untuk dirujuk.

"Setelah dibujuk beberapa lama akhirnya bersedia dirujuk ke Pos Kesehatan (Poskes) Mina dengan tensi 100/60 dan masih bisa makan serta minum," katanya.

Baca Juga: Inara Rusli Dapat Penghargaan di Silet Awards, Netizen: Ngga Masuk Akal

Ia mengungkapkan, pasien pun sempat akan dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, tetapi almarhumah menolak untuk dilakukan apapun kecuali infus, dan ingin segera ke tenda lagi.

"Akhirnya, pada tanggal 30 Juni 2023 Pukul 03.45 waktu setempat ketika pasien akan dibangunkan untuk salat shubuh, tapi pasien tidak bergerak, kemudian dicek oleh Tenaga Kesehatan Indonesia (TKHI), nadi dan nafas tidak ada, serta dilanjutkan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Hingga pada akhirnya sekitar pukul 04.00 nadi tidak teraba, nafas tidak ada, saturasi oksigen tidak terdeteksi, dan pasien dinyatakan meninggal dunia," ungkapnya.

Almarhummah sendiri merupakan jemaah haji yang ikut rombongan melalui KBIH Babussalam yang dilepas Bupati Garut pada tanggal 20 Juni 2023, dimana saat itu diberangkatkan 2 kloter sekaligus, yakni kloter 69 dan 70 Provinsi Jawa Barat sebanyak 420 orang.

Diinfomasikan sebelumnya, dari 1.938 jemaah haji, 250 orang di antaranya dikategorikan berisiko tinggi karena usianya sudah di atas 75 tahun dan memiliki riwayat  penyakit kronis. (*)

Editor: Firman

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI