Ini Sejarah RSUD dr. Slamet Garut, Berawal dari Wabah Penyakit Pes di "Tatar Garoet"

Suara Garut | Suara.com

Senin, 02 Oktober 2023 | 22:35 WIB
Ini Sejarah RSUD dr. Slamet Garut, Berawal dari Wabah Penyakit Pes di "Tatar Garoet"
Lokasi Klinik Darurat khusus kepolisian setempat (stadspolitiie) yang merupakan cikal bakal RSUD dr. Slamet Garut. (Rsudrslamet.garutkab.go.id)

SUARA GARUTSeperti yang diketahui sebelumnya, musibah kebakaran melanda Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (1/10/2023) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Beberapa ruangan penting yang masuk rumah sakit kelas B ini pun turut dilalap si jago merah, di antaranya ruangan logistik dan ruangan pencucian darah. Lalu, seperti apa sejarah dan profil RSUD dr. Slamet Garut ini? Berikut ulasannya.

RSUD dr. Slamet berada di Jalan RSU dr. Slamet No. 12 Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Luas tanah rumah sakit ini mencapai 38.000 meter persegi dengan yang diduduki bangunan seluas 20.746 meter persegi.

Kabupaten Garut sendiri hingga tahun 1917 belum memiliki rumah sakit umum. Saat itu hanya ada klinik darurat untuk Stadpolitie (kepolisian setempat) berada di Jalan Cimanuk (dulu Tjimanoek Rivier Weig)— sekarang menjadi Asrama Tentara.

Dokter Mulder dan dr. Stiohtor merupakan penggagas klinik tersebut. Lokasi tempat praktik mereka di Jalan Sociestraat tepatnya Gedung Padang Bulan (sekarang Bank BJB Jalan Ahmad Yani).

Pada 1921, Gubernur Jenderal Dirk Fock dan Sekretaris Jenderal G. R. Erdfrink sebagai delegasi Ratu Kerajaan Belanda, Sri Ratu  Wilhelmina mengeluarkan dan menetapkan besluit atau sejenis (surat) keputusan No. 10279 21 Juli 1921.

Pasca keputusan itu keluar, pembangunan di berbagai sektor di wilayan Priangan mulai ditingkatkan. Pun dengan Garut— infrastruktur seperti jaringan jalan, jembatan, kanal air, penerangan jalan, rumah sakit, pasar, taman-taman, dan lapangan perlahan dibangun.

Jembatan di atas Sungai Cimanuk juga dibangun— yang hingga saat ini menghubungkan kawasan Maktal dengan jalan menuju daerah Patrol. Rumah Sakit Umum atau Algemen Zieken Huis dibangun di dekat jembatan tersebut.

Rumah sakit tersebut dapat dikatakan sudah mumpuni untuk merawat orang-orang yang sakit. Beberapa sungai yang meliputi Sungai Cimanuk, Sungai Cipeujeuh, dan Sungai Cikamiri posisinya tepat mengelilingi rumah sakit umum itu.

Selain itu, terdapat sebuah lapangan bernama "Lapangan Paris" atau De Paris Plein yang berada di depan rumah sakit. Lapangan Paris sendiri dipisahkan oleh Jalan Rumah Sakit (Zieken Huis Straat) yang ditumbuhi pepohonan Ki Hujan atau De Regen Boom yang sangat rimbun.

Adapun rumah sakit tersebut diresmikan langsung oleh Jenderal Dirk Fock yang saat itu menjabat gubernur periode 1921-1926 pada 1922. Peresmian rumah sakit itu juga turut disaksikan Bupati Garut periode 1915-1929, R. A. A. Soeria Karta Legawa 

Pada 11 Mei 1930, Soeria terkena penyakit pes saat menjalankan tugasnya hingga akhirnya ia meninggal dunia pada Senin, 2 Desember 1929. Jabatan Bupati Garut pun digantikan oleh Wedana atau Kepala Distrik (sekarang camat) Cipeujeuh Tumenggung Moehammad Moesa Soeria Karta Legawa.

Namun, baru sekitar 4 bulan memimpin sekitar akhir Maret 1930, muncul wabah penyakit pes di  yang diakibatkan bakteri pes di wilayah Garut. Wabah itu banyak memakan korban jiwa. Penyakit itu juga tentunya menjangkiti ribuan warga desa. 

Penyebab utama wabah itu tak lain karena banyaknya jumlah sarang tikus di rumah-rumah warga perkampungan. Konstruksi bangunan rumah-rumah warga itu terbuat dari anyaman bambu yang menjadi dinding, lantai dan atap dari ijuk. 

Bahan-bahan dasar bangunan itu menjadi tempat yang disukai tikus untuk membuat sarang. Pemerintah Hindia Belanda pun saat itu  menyatakan Garut Darurat Bencana Nasional karena besarnya (dampak) wabah yang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Kondisi Terkini 3 Pasien yang Dilaporkan Hilang Saat Terjadi Kebakaran di RSUD dr Slamet Garut

Begini Kondisi Terkini 3 Pasien yang Dilaporkan Hilang Saat Terjadi Kebakaran di RSUD dr Slamet Garut

| Senin, 02 Oktober 2023 | 21:00 WIB

Dampak Kebakaran, Bupati Garut: RSUD dr Slamet Ditutup Sementara

Dampak Kebakaran, Bupati Garut: RSUD dr Slamet Ditutup Sementara

| Senin, 02 Oktober 2023 | 06:00 WIB

RSUD dr. Slamet Garut Kebakaran, Diskar: Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

RSUD dr. Slamet Garut Kebakaran, Diskar: Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

| Minggu, 01 Oktober 2023 | 16:53 WIB

Terkini

6 Cara Hemat BBM dan Energi dari Herman Deru Saat Lebaran Warga Diminta Siaga Ekonomi Global

6 Cara Hemat BBM dan Energi dari Herman Deru Saat Lebaran Warga Diminta Siaga Ekonomi Global

Sumsel | Minggu, 22 Maret 2026 | 15:24 WIB

Hukum Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan

Hukum Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 15:20 WIB

Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Ramadan, Lengkap dengan Hukumnya Jika Digabung

Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Ramadan, Lengkap dengan Hukumnya Jika Digabung

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 15:20 WIB

Tutorial Jadi Cenayang Psikologi: Baca Karakter Orang Lewat Cara Dia Jalan dan Ngomong

Tutorial Jadi Cenayang Psikologi: Baca Karakter Orang Lewat Cara Dia Jalan dan Ngomong

Your Say | Minggu, 22 Maret 2026 | 15:20 WIB

Pendidikan Mahal, tetapi Mengapa Kualitasnya Masih Dipertanyakan?

Pendidikan Mahal, tetapi Mengapa Kualitasnya Masih Dipertanyakan?

Your Say | Minggu, 22 Maret 2026 | 15:15 WIB

Punya Suspensi USD dan Mesin 175cc, 'Kembaran' Honda ADV160 Ini Dijual Jauh Lebih Murah

Punya Suspensi USD dan Mesin 175cc, 'Kembaran' Honda ADV160 Ini Dijual Jauh Lebih Murah

Otomotif | Minggu, 22 Maret 2026 | 15:00 WIB

5 Mobil 1500cc ke Bawah Paling Irit yang Bisa Dipakai Jangka Panjang Tanpa Risau

5 Mobil 1500cc ke Bawah Paling Irit yang Bisa Dipakai Jangka Panjang Tanpa Risau

Otomotif | Minggu, 22 Maret 2026 | 15:00 WIB

Momen Kiki Eks CJR Mudik Temui Nenek yang Sudah Pikun, Lupa Nama Cucu Tapi Ingat Yel-Yel Keluarga

Momen Kiki Eks CJR Mudik Temui Nenek yang Sudah Pikun, Lupa Nama Cucu Tapi Ingat Yel-Yel Keluarga

Entertainment | Minggu, 22 Maret 2026 | 15:00 WIB

10 Ciri-Ciri Kolesterol Naik yang Jarang Diketahui dan Cara Mengatasinya

10 Ciri-Ciri Kolesterol Naik yang Jarang Diketahui dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:55 WIB

Apa Untungnya Perang? Analisis Kerugian Tak Terhingga dari Konflik Global Saat Ini

Apa Untungnya Perang? Analisis Kerugian Tak Terhingga dari Konflik Global Saat Ini

Your Say | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:50 WIB