Menangani Gangguan Tidur Sambil Berjalan

Esti Utami

Selasa, 08 April 2014 | 11:59 WIB
Menangani Gangguan Tidur Sambil Berjalan
Ilustrasi tidur sambil berjalan (Foto: shutterstock)

Suara.com - Punya saudara yang mengalami gangguan tidur sambil berjalan? Cukup mengkhawatirkan memang, tetapi ada cara kok untuk
mengatasinya. Tidur sambil berjalan adalah gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya tiba-tiba terbangun dan melakukan
aktifitas tertentu dalam kondisi tidak sadar.

Aktifitas itu bisa hanya berbicara, jalan-jalan, tapi bisa juga memasak,  bebersih. Bahkan dalam beberapa kasus penderita tidur sambil berjalan melakukan tindakan yang membahayakan hidup mereka. Mereka  biasanya tidak sadar saat melakukan semua itu, sampai dibangunkan oleh orang lain.

Kasus tidur sambil berjalan, biasanya terjadi tengah malam (pukul 23.00 hingga 01.00) dan sering ditemukan pada anak-anak usia 3 hingga 7 tahun. Setiap episode gangguan bisa berlangsung antara 30 detik hingga 30 menit. Dan makin panjang, makin berbahaya.

Anak-anak yang mengalami gangguan tidur (obstructive sleep apnea) dan terlahir di keluarga yang memiliki sejarah tidur sambil berjalan lebih berisiko mengalami gangguan tidur sambil jalan. Gangguan ini juga banyak ditemukan pada orang dewasa,  khususnya pada pengguna obat-obatan dan mereka yang mengalami gangguan psikologis.

Konsumsi obat penenang juga bisa memicu kasus tidur sambil berjalan. Dalam beberapa kasus, penderita tidur sambil berjalan juga mengalami gangguan seperti aritmia, demam, asma dan ayan. Selain itu faktor lingkungan juga ikut berperan, seperti stress, suasana bising, jadwal tidur yang tidak teratur serta konsumsi alkohol.

Penanganan.
Hingga kini belum ada resep cespleng bagaimana menangani penderita tidur sambil berjalan. Tetapi pengunaan obat-obat tertentu, seperti clonazepam, obat antidepresi, dan benzodiazepines terbukti bisa menurunkan gejala tidur sambil berjalan.

Selain itu juga bisa dilakukan terapi non obat, yakni dengan memetakan siklus tidur sambil jalan, kemudian membuat pola tidur berdasarkan siklus ini. Anak-anak yang mengalami tidur sambil berjalan bisa dilatih untuk selalu menjaga tempat tidur mereka agar tetap bersih.  Sebaiknya juga disusun jadwal tidur secara teratur, termasuk jadwal tidur siang. Orang dewasa yang menderita tidur sambil berjalan disarankan  untuk menghindari makanan dan minuman yang bisa mengganggu tidur. Juga dianjurkan untuk memutar musik yang menenangkan sebelum berangkat tidur.

Sedangkan pada penderita yang keturunan, yang bisa dilakukan hanyalah mencegah penderita keluar dari zona aman. Yakni
dengan mengunci semua pintu dan jendela, serta membuat kamar tidur senyaman mungkin, dan menjauhkan benda-benda berbahaya dari kamar tidur. (Sumber: easygoodhealth.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Pilihan Herbal bagi Penderita Skizofrenia

6 Pilihan Herbal bagi Penderita Skizofrenia

Health | Senin, 07 April 2014 | 11:27 WIB

Obat Herbal Makin Dilirik

Obat Herbal Makin Dilirik

Health | Minggu, 06 April 2014 | 09:03 WIB

Jangan Sampai Deh Alami Insomnia

Jangan Sampai Deh Alami Insomnia

Video | Rabu, 02 April 2014 | 18:23 WIB

Waspadai Dengkur yang Tak Biasa

Waspadai Dengkur yang Tak Biasa

Health | Kamis, 27 Maret 2014 | 11:06 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×