10 Fakta Tentang Kentut

Ardi Mandiri

Jum'at, 11 April 2014 | 15:12 WIB
10 Fakta Tentang Kentut
Ilustrasi kentut. (Shutterstocks)

Suara.com - Kentut. Semua orang pasti pernah melakukannya. Dari orang biasa hingga pemimpin negara pasti pernah melakukan kentut.

Mengapa kita kentut? mengapa terkadang kentut menimbulkan bau tak sedap, bahkan busuk? Berikut ini adalah penjelasan-penjelasan soal kentut yang penting untuk Anda ketahui.

1. Komponen kentut
Kentut disebabkan oleh udara yang terjebak. Di antaranya berasal dari udara yang masuk saat kita makan atau minum. Selain udara, kentut juga disebabkan oleh gas dari darah yang merembes masuk ke dalam usus. Juga dari beberapa gas yang dihasilkan oleh reaksi kimia, atau bakteri dalam usus kita. Kentut terdiri dari sekitar 59 persen nitrogen, 21 persen hidrogen, 9 persen karbon dioksida, 7 persen metana dan 4 persen oksigen. Dan hanya sekitar satu persen dari kentut mengandung gas hidrogen sulfida dan merkaptan, yang mengandung sulfur. Sulfur adalah gas yang membuat kentut berbau busuk. Kentut juga dapat membuat suara gas melalui getaran rektum. Kenyaringannya dapat bervariasi. Tergantung pada seberapa banyak tekanan balik gas , serta ketatnya otot sfingter.

2. Kentut berbau busuk
Mengapa Kentut Bau Buruk? Jawabannya disebabkan sulfur yang disebabkan oleh makanan yang kita konsumsi, seperti kacang-kacangan, kubis, keju, soda, dan telur.

3. Rata-rata orang kentut 14 kali per hari
Rata-rata orang memproduksi sekitar setengah liter kentut dan kentut sebanyak 14 kali setiap hari. Perempuan kentut lebih banyak dari pada laki-laki. Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa ketika laki-laki dan perempuan mengkonsumsi makanan yang sama persis, perempuan cenderung memiliki gas lebih pekat daripada laki-laki. Di samping itu, jika seseorang kentut terus menerus selama 6 tahun dan 9 bulan, mereka akan menghasilkan gas dengan energi setara dengan bom atom.

4. Rata-rata kecepatan kentut 10 kaki per detik
Kentut memiliki kecepatan luar biasa yakni 10 kaki per detik. Meskipun kentut keluar dengan berbagai kecepatan, kita tidak baru bisa mencium kentut selama sekitar 10-15 detik setelah keluar.

5. Boleh menahan kentut
Menahan kentut dinilai tidak akan mengakibatkan masalah kesehatan. Beberapa ahli menilai bahwa kentut adalah bagian alami dari sistem pencernaan, sehingga menahan kentut tidak apa-apa. Sejauh ini pandangan menilai bahwa menahan kentut dapat mengakibatkan persoalan kesehatan, seperti menyebabkan gas, kembung, dan gejala tidak nyaman lainnya. Bahkan paling buruk menahan gas dapat menyebabkan wasir.

6. Kentut bagian dari budaya
Beberapa budaya di dunia merasa kentut harus ditahan karena bagian dari kesopanan. Namun ada pula budaya yang tidak keberatan untuk mengeluarkan kentut di depan umum. Sebuah suku Indian di Amerika Selatan kentut (Yanomami) dijadikan sebagai ucapan. Di Cina para pekerja profesional tidak malu untuk kentut di depan umum. Bahkan di Roma kuno, Kaisar Claudius, membuat undang-undang yang mengatur kentut. Undang-undang itu membolehkan kentut di perjamuan.

7. Kentut mudah terbakar
Kentut mudah terbakar karena memiliki kandungan metana dan hidrogen. Itulah sebabnya banyak orang yang melakukan aksi menyalakan api lewat kentut di pesta-pesta. Tapi hal itu sangat berbahaya karena dapat membuat kerusakan usus.

8. Rayap adalah hewan yang kentut paling banyak
Rayap adalah hewan yang menghasilkan kentut lebih banyak dari hewan lainnya. Menurut Environmental Protection Agency, Emisi global metana yang dihasilkan rayap diperkirakan mencapai antara 2 dan 22 Tg per tahun. Itu membuat rayap sebagai sumber alam terbesar kedua dari emisi metana. Metana diproduksi di rayap sebagai bagian dari proses pencernaan normal mereka. Jumlah yang dihasilkan bervariasi di antara spesies yang berbeda.

9. Orang tidur dapat kentut
Kentut dapat keluar saat orang tertidur. Hal semacam itu terjadi karena Anda sering menahan kentut saat beraktivitas.

10. Kentut dapat terjadi setelah kematian
Tiga jam setelah tubuh mati, seseorang masih dapat mengeluarkan kentut Itu terjadi karena keluarnya gas dari saluran pencernaan. (Oddee)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Health | Sabtu, 19 September 2026 | 01:44 WIB

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 21:47 WIB

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:46 WIB

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:39 WIB

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 18:36 WIB

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:00 WIB

Vasektomi Bisa Pakai BPJS Kesehatan? Ini Daftar Layanan KB yang Ditanggung BPJS

Vasektomi Bisa Pakai BPJS Kesehatan? Ini Daftar Layanan KB yang Ditanggung BPJS

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:55 WIB

Rajin Sikat Gigi tapi Masih Bisa Berlubang? Ini yang Mungkin Terlewat

Rajin Sikat Gigi tapi Masih Bisa Berlubang? Ini yang Mungkin Terlewat

Health | Kamis, 17 September 2026 | 15:33 WIB

Karier atau Kesehatan Mental, Haruskah Selalu Memilih Salah Satunya?

Karier atau Kesehatan Mental, Haruskah Selalu Memilih Salah Satunya?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:00 WIB

Jadi Takut Makan karena Tayangan di Media Sosial? Waspadai Konten Kesehatan yang Menakut-nakuti

Jadi Takut Makan karena Tayangan di Media Sosial? Waspadai Konten Kesehatan yang Menakut-nakuti

Health | Selasa, 15 September 2026 | 17:20 WIB

Terkini

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 20:30 WIB

×