5 Alasan Anda Harus Murah Senyum

Tomi Tresnady | Suara.com

Selasa, 22 April 2014 | 04:52 WIB
5 Alasan Anda Harus Murah Senyum
Ilustrasi (Shutterstock)

Suara.com - Kita cenderung sering mengasosiasikan tersenyum hasil dari peristiwa positif dari suasana hati. Namun, penelitian menunjukkan bahwa tersenyum, dalam diri sendiri bisa menjadi katalis untuk suasana sukacita.

Hal-hal indah, mulai dari suasana hati yang lebih baik untuk hubungan yang lebih baik bisa terbentuk hasil dari tindakan sederhana, tersenyum.

Berikut lima alasan ilmiah yang mendukung mengapa Anda harus tersenyum (lebih sering).

1. Emosi dan fisik Anda dirasakan lebih baik

Dengan tersenyum, bahkan ketika Anda tidak merasa senang, bisa membantu pergeseran suasana hati Anda. Charles Robert Darwin yang hidup antara 1802 hingga 1882, dikenal dengan teori evolusinya, mengatakan bahwa membuat perubahan dalam ekspresi wajah  dapat menggeser pengalaman emosional kita, hal itu disebut sebagai teori respon umpan balik wajah.

Peneliti psikologi telah membuktikan pernyataan Darwin bahwa ekspresi tidak hanya hasil dari suasana hati, namun sebenarnya bisa mempengaruhi mereka. Selain itu, penelitian yang dilakukan Tara Kraft dan Sarah Pressman dari University of Kansas menunjukkan bahwa tersenyum bisa mengubah respon stres dengan memperlambat denyut jantung dan menurunkan tingkat stres, terlepas orang tersebut benar-benar bahagia atau tidak.

2. Murah tersenyum bisa bikin hidup Anda lebih lama

Murah senyum benar-benar bisa bikin panjang umur. Penelitian dari Wayne State University yang meneliri senyum para pemain bisbol pada 1952 menemukan bahwa pemain yang paling murah senyum hidupnya rata-rata mencapai 19,9 tahun, dua tahun lebih lama dari umur rata-rata di Amerika Serikat. Pemain yang tidak tersenyum sama sekali hidupnya rata-rata 72,9 tahun. Tujuh tahun di bawah orang yang banyak senyum.

Dengan mengutik penelitian Krart dan Pressman, menunjukkan bahwa tersenyum bisa meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkan denyut jantung setelah peristiwa stres. Jadi, tambahkan senyum untuk kesehatan Anda disamping makan yang sehat, cukup tidur, dan berolahraga bisa menambahkan umur Anda bertahun-tahun.

3. Anda akan membuat orang lain bahagia

Ketika Ibu Teresa mengatakan, "Setiap kali Anda tersenyum pada seseorang, itu adalah hadiah untuk orang itu, hal yang indah". Dia benar, suatu studi yang dilakukan oleh Hewlett Packard menembukan bahwa orang melihat senyum Anda bisa merangsang jantung dan otak lebih dari memakan cokelat, berhubungan seks, atau menerima uang. Hal itu berlaku ketika melihat senyum anak.

Selain itu, penelitian yang termaktub dalam Scandinavian Journal of Psychology mengatakan, orang lain cenderung meniru ekspresi emosi orang yang dihadapinya. Sulit untuk mengerutkan dahi ketika melihat orang tersenyum.'

4. Hubungan dengan pasangan Anda lebih kuat

Orang yang murah senyum punya kehidupan rumah tangga yang lebih sukses. Sebuah studi pada 2001 yang dilakukan Keltner dan Harker mengevaluasi foto buku tahunan dan menemukan para perempuan yang punya senyum lebih menonjol lebih puas dengan pernikahan mereka di usia 52 tahun.

Studi serupa dirilis 2009 yang menemukan hubungan antara senyum di foto, dan angka perceraian. Semakin menonjol senyuman, kecil kemungkinan bercerai di kemudian hari. Sebaliknya, mereka yang senyumnya kecil atau bahkan tidak tersenyum, lima kali lipat kemungkinan bercerai. Jadi Apa hubungannya dengan pernikahan?Orang yang murah tersenyum cenderung lebih optimis, gembira dan secara emosionil stabil, itu cocok untuk hubungan pasangan yang sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB