Cegah Stroke, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Esti Utami

Rabu, 21 Mei 2014 | 11:45 WIB
Cegah Stroke, Kenali Gejalanya Sejak Dini
Ilustrasi stroke ringan (Foto: shutterstock)

Suara.com - Stroke termasuk penyakit yang digolongkan dalam kegawatdaruratan medis. Di dunia, penyakit ini termasuk peringkat ke tiga sebagai penyakit yang paling mematikan setelah jantung dan kanker. Prevalensi stroke di Indonesia juga terus terus meningkat sesuai kecenderungan gaya hidup yang makin buruk.

Stroke terjadi karena pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otak tersumbat atau pecah, sehingga sebagian area otak tidak mendapatkan aliran darah atau rusak.

"Ada dua jenis stroke, yakni stroke karena penyumbatan dan stroke karena pecahnya pembuluh darah. Biasanya yang parah ialah karena pecahnya pembuluh darah," ujar Dr. Frandy Susatia, SpS, seorang spesialis syaraf di Jakarta.

Penyumbatan pembuluh darah biasanya disebabkan oleh plak yang timbul karena tingginya kolesterol jahat. Stroke jenis ini lebih sering terjadi. Pada stroke jenis ini, jelas Frandy, pasien umumnya bisa pulih seperti sedia kala jika mendapatkan perawatan yang tepat maksimal 8 jam setelah mengalami serangan stroke. "Itu sebabnya pasien yang mengalami stroke harus segera dibawa ke RS terdekat," ujarnya.

Sedangkan stroke yang disertai pendarahan, akibat pecahnya pembuluh darah di otak biasanya disebabkan oleh hipertensi.
Pada stroke ini, jelas Frandy, darah yang menggumpal di jaringan otak menggelembung sehingga menyebabkan pecahnya pembuluh darah.

"Untuk stroke ini, tidak ada golden period. Pasien dapat sembuh, namun biasanya mengalami kelumpuhan di bagian tubuh tertentu atau bahkan meninggal dunia," jelas Frandy.

Stroke pendarahan biasanya ditandai dengan rasa nyeri, kepala kejang, muntah dan penurunan kesadaran parah dibanding stroke sumbatan. Selain itu, stroke pendarahan biasanya terjadi pada saat si penderita sedang beraktifitas. Sedangkan stroke sumbatan, biasanya menyerang saat penderita tidur atau beristirahat.

"Gejala serangan stroke biasanya ditandai senyum, bicara, dan tangan. Jika ketiga hal tersebut sulit untuk dilakukan, maka bisa jadi itu adalah gejala awal stroke. Segeralah telepon ambulans," ujar Frandy.

Salah satu gejala itu adalah satu sisi raut wajah penderita miring atau tertarik di satu sisi, susah tersenyum, wajahnya terutama bibirnya agak miring. Selain itu, bila seseorang tiba-tiba sulit berbicara dan tak bisa mengucapkan sebuah kalimat, atau terdengar cedal itu juga pertanda stroke. Tanda lainnya adalah sulit mengangkat kedua tangannya, atau lemas tanpa ia sadari.

Stroke dapat dicegah dengan gaya hidup sehat. Yakni, dengan olahraga teratur. Melakukan hobi dan aktivitas yang menyenangkan untuk menghindar dari stress berlebih juga mengurangi resiko stroke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pil KB Tingkatkan Resiko Stroke Pada Perempuan

Pil KB Tingkatkan Resiko Stroke Pada Perempuan

Health | Selasa, 20 Mei 2014 | 16:43 WIB

Wah, Mimpi Pun Kini Bisa 'Dikontrol'

Wah, Mimpi Pun Kini Bisa 'Dikontrol'

Health | Senin, 12 Mei 2014 | 13:26 WIB

Studi: Buah dan Sayur Turunkan Risiko Stroke

Studi: Buah dan Sayur Turunkan Risiko Stroke

Health | Jum'at, 09 Mei 2014 | 09:53 WIB

Teratur Donor Darah Bikin Sehat Loh!

Teratur Donor Darah Bikin Sehat Loh!

Health | Kamis, 08 Mei 2014 | 13:37 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB