Wah, Mimpi Pun Kini Bisa 'Dikontrol'

Esti Utami

Senin, 12 Mei 2014 | 13:26 WIB
Wah, Mimpi Pun Kini Bisa 'Dikontrol'
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Penggunaan arus listrik lemah dapat mempengaruhi otak saat  tidur, sehingga memungkinkan untuk mengontrol mimpi seseorang dan bahkan memanipulasi plot mimpi dan mengendalikan perilaku mereka.  Demikian hasil penelitian yang dirilis di Nature Neuroscience baru-baru ini.

"Inti temuan ini, adalah secara mengejutkan stimulasi pada kulit kepala bisa mempengaruhi otak. Sehingga orang yang tidur menjadi sadar bahwa ia sedang bermimpi," kata Profesor Allan J Hobson dari Harvard Medical School, yang ikut menulis hasil laporan tersebut.

Penelitian sebelumnya, yang dilakukan Johann Wolfgang Goethe University, Jerman, juga mengungkap mimpi adalah tahapan unik yang merupakan gabungan antara 'sadar dan  tidak sadar'. Dengan memeriksa gelombang otak tidur dalam rentang frekuensi tertentu, para ilmuwan menemukan bahwa pemimpi cenderung ke mode "terjaga". Sedangkan puncaknya pada peningkatan aktivitas terjadi di sekitar 40Hz .

"Lucid mimpi adalah alat yang sangat baik untuk mengamati apa yang terjadi di otak dan apa yang menyebabkan kesadaran skunder," jelas Dr Ursula Voss, yang memimpin penelitian tersebut.  Voss dan timnya juga melaporkan, kemungkinan untuk menginduksi mimpi dengan memberikan stimulasi listrik, dalam bentuk arus AC pada frekuensi tertentu ke kulit kepala orang yang tidur.

Penelitian ini melibatkan 27 relawan yang sebelumnya tak  pernah mengalami mimpi yang. Para peneliti menunggu sampai para relawan mencapai tahap REM sebelum menerapkan stimulasi listrik ke kulit kepala para relawan .

Stimulasi yang diterapkan memiliki berbagai frekuensi antara dua dan 100Hz, tetapi baik eksperimen maupun relawan tak diberitahu frekuensi yang digunakan. Lima sampai 10 detik kemudian para relawan terbangun dari tidur mereka dan diminta untuk melaporkan impian mereka. Aktivitas otak dimonitor terus-menerus sepanjang percobaan.

Hasil penelitian itu menunjukkan, bahwa stimulasi pada 40Hz mengakibatkan peningkatan aktivitas di daerah frontal dan temporal otak yang memiliki frekuensi yang hampir sama. Efek yang sama, meski lebih kecil, juga diamati pada frekuensi 25Hz. Mereka juga menemukan bahwa stimulasi seperti itu sering, tapi tidak selalu menyebabkan meningkatnya kejernihan mimpi. Pada frekuensi yang lebih tinggi, lebih rendah, atau ketika tak ada induksi arus tidak ditemukan adanya perubahan aktivitas otak.

Hobson mengatakan penelitian ini bisa berimplikasi dalam penelitian kejiwaan. "Sebagai model untuk penyakit mental, pemahaman tentang mimpi benar-benar penting. Kami akan berhati-hati menafsirkan hasil ini untuk pengobatan penyakit medis. Tapi ini sebuah langkah untuk memahami bagaimana otak bisa berhalusinasi dan dimanipulasi," ujarnya.

Terapi ini 'mimpi jernih' bisa diterapkan untuk mencegah mimpi buruk pada mereka yang mengalami trauma. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenkes Akan Loloskan Aturan Standardisasi Kemasan, Pedagang Kaki Lima Terbebani dan Tegas Menolak

Kemenkes Akan Loloskan Aturan Standardisasi Kemasan, Pedagang Kaki Lima Terbebani dan Tegas Menolak

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:00 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB

Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?

Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?

Lifestyle | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:29 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Perubahan Iklim Diprediksi Perparah Polusi Udara di Musim Kemarau, Kenapa?

Perubahan Iklim Diprediksi Perparah Polusi Udara di Musim Kemarau, Kenapa?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:35 WIB

Perjalanan Haya Mencari Arti Kehidupan dalam Novel 'Apa Itu Pulang?'

Perjalanan Haya Mencari Arti Kehidupan dalam Novel 'Apa Itu Pulang?'

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:30 WIB

Debu di Sudut Rumah hingga Kasur Bisa Picu Alergi, Kebiasaan Bersih Harian Makin Penting

Debu di Sudut Rumah hingga Kasur Bisa Picu Alergi, Kebiasaan Bersih Harian Makin Penting

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:37 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB