Virus MERS-CoV Bisa Menular dari Jabatan Tangan?

Doddy Rosadi

Rabu, 28 Mei 2014 | 18:37 WIB
Virus MERS-CoV Bisa Menular dari Jabatan Tangan?
Ilustrasi virus penyebab MERS (Shutterstock).

Suara.com - Kasus ketiga penyakit Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) di Amerika Serikat telah menimbulkan spekulasi apakah virus penyakit tersebut dapat ditularkan melalui jabat tangan atau berdekatan dengan penderita dalam jangka waktu cukup lama.

"Yang kemudian menjadi perhatian penting adalah kasus ketiga ini tidak ada riwayat baru datang bepergian dari jazirah Arab, tidak seperti dua kasus sebelumnya dan hanya pernah bertemu dan melakukan dua kali 'bussiness meeting' (pertemuan bisnis) dengan kasus pertama yang datang dari Riyadh. Dalam 'bussiness meeting' itu mereka berdua bersalaman, berjabatan tangan," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Rabu (28/5/2014).

Kasus pertama di Amerika dilaporkan pada 2 Mei 2014 pada seorang Amerika yang datang dari Riyadh dan kasus kedua juga terjadi pada seorang Amerika yang baru datang dari Jeddah.

Dalam kedua kasus tersebut memang ditemukan virus MERS CoV pada tubuhnya dengan pemeriksaan PCR dan kedua kasus itu telah sembuh dengan baik.

Sedangkan pada kasus ketiga tersebut pada tubuhnya tidak ditemukan virus aktif sehingga menimbulkan dugaan bahwa dia tertular akibat berjabat tangan dengan kasus pertama.

Kasus ketiga juga sembuh dengan sendirinya dan pada tubuhnya ditemukan antibodi pada darahnya dan tidak lagi ditemukan virus aktif.

Kasus ketiga tersebut juga tertular tanpa mengalami gejala-gejala MERS CoV yang berat seperti demam tinggi, flu, batuk maupun sesak napas dan sembuh tanpa bantuan pengobatan. Sehingga diduga penularan melalui jabat tangan itu tidak terlalu berbahaya dibandingkan dengan penularan langsung dari binatang seperti unta.

"Penularan ini tidak berlanjut, tidak ada lagi orang yang bertemu/meeting/bersalaman dengan kasus ketiga yang tertular. Artinya belum ada 'sustained human to human transmission', yang ada adalah 'limited human to human transmission' yang sudah terjadi di Amerika Serikat," ujar Tjandra.

Karena penularan virus antarmanusia masih terbatas maka Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum menyatakan MERS CoV sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) dan juga belum menyatakannya sebagai pandemia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

BGN Bongkar Pelanggaran SOP MBG, Dapur Kedapatan Memasak Terlalu Cepat

BGN Bongkar Pelanggaran SOP MBG, Dapur Kedapatan Memasak Terlalu Cepat

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:19 WIB

6 Sepatu Jalan dengan Desain Unik yang Tidak Pasaran, Nyaman Dipakai Seharian

6 Sepatu Jalan dengan Desain Unik yang Tidak Pasaran, Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18 WIB

Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Hari Ini Naik: Antam Menguat, UBS Paling Tinggi

Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Hari Ini Naik: Antam Menguat, UBS Paling Tinggi

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14 WIB

Pemerintah Pangkas Pajak Makanan Jadi 1 Persen, Beban Hidup Rakyat Jepang Berkurang

Pemerintah Pangkas Pajak Makanan Jadi 1 Persen, Beban Hidup Rakyat Jepang Berkurang

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:13 WIB

UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat

UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat

Jogja | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Apa Tema Hari Pramuka 2026? Ini Makna dan Filosofi Logo Resminya

Apa Tema Hari Pramuka 2026? Ini Makna dan Filosofi Logo Resminya

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat

Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat

Jogja | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Purbaya Mau Tarik Uang Investor Global dari Dubai ke Indonesia lewat PFII

Purbaya Mau Tarik Uang Investor Global dari Dubai ke Indonesia lewat PFII

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Fenomena 'Makan Tabungan', Potret Rapuhnya Ketahanan Kelas Menengah

Fenomena 'Makan Tabungan', Potret Rapuhnya Ketahanan Kelas Menengah

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Kekeringan Melanda Boyolali, Warga Rela Cari Air di Dasar Sungai

Kekeringan Melanda Boyolali, Warga Rela Cari Air di Dasar Sungai

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB

×