Ini Sebabnya Rokok Memicu Kanker Paru-paru

Esti Utami | Suara.com

Senin, 23 Juni 2014 | 13:08 WIB
Ini Sebabnya Rokok Memicu Kanker Paru-paru
Ilustrasi rokok. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Satu dari empat perokok ternyata memiliki gen tertentu yang bisa memicu kanker paru-paru. Demikian hasil penelitian terbaru yang dirilis awal Juni lalu.

“Secara umum risiko perokok terkena kanker paru-paru mencapi 15 persen, jauh lebih besar dibanding mereka yang tidak merokok," Richard Houlston, seorang ahli biomolekuler dari Pusat Riset Kanker Inggris. Houlston menambahkan, dari penelitian yang dipimpinnya terungkap sejumlah perokok yang mengalami mutasi pada gen BRCA2, berisiko besar mengalami kanker paru-paru.

Kanker paru-paru merupakan salah satu penyakit mematikan, setiap tahun sejuta orang penduduk dunia meninggal karena penyakit ini. “Yang bisa kita lakukan adalah membujuk orang untuk tidak merokok, terutama mereka yang memiliki gen itu," tambah Houlston.

Hubungan antara kanker paru-paru dengan mutasi BRCA2 ditemukan, setelah Houlston dantimnya menganalisa DNA sekitar 11.000 orang Eropa dengan kanker paru-paru. Hasil analisa ini kemudian dibandingkan dengan DNA 16.000 orang lainnya yang tidak menderita kanker paru-paru.

Hasil penelitian yag dirilis jurnal Nature Genetics menyebut 'cacat' pada gen BRCA2 selama ini diketahui sebagai pemicu kanker payudara, dengan prevalensi 2 persen.  Ternyata angka ini meningkat dua kali lipat pada kasus kanker paru-paru.

Hubungan antara 'cacat' BRCA2 umumnya ditemukan pada kasus kanker paru-paru pada sel squamous.  Para peneliti juga menemukan hubungan antara kanker sel squamousa paru-paru dengan 'cacat' pada gen lain yang disebut dengan 'CHEK2.

Dari hasil penelitian ini, Houlston dan timnya merekomendasikan pengembangan obat yang bisa mengatasi mutasi gen BRCA. Dan meski menemukan hubungan kuat antara mutasi gen BRCA2 pada perokok dengan kanker paru-paru, penelitian ini tidak membuktikan 'cacat' genetik bertanggung jawab memicu kanker paru-paru. (easygoodhealth.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

"Gambar Sadis" di Bungkus Rokok Tekan Jumlah Perokok Pemula

"Gambar Sadis" di Bungkus Rokok Tekan Jumlah Perokok Pemula

Health | Rabu, 18 Juni 2014 | 01:01 WIB

WHO: Kenaikan Pajak Tembakau Cegah Remaja Merokok

WHO: Kenaikan Pajak Tembakau Cegah Remaja Merokok

Health | Rabu, 28 Mei 2014 | 21:00 WIB

New York Larang Warga di Bawah 21 Tahun Beli Rokok

New York Larang Warga di Bawah 21 Tahun Beli Rokok

Health | Senin, 19 Mei 2014 | 06:24 WIB

Berhenti Merokok dengan Korek Api Cerdas Ini

Berhenti Merokok dengan Korek Api Cerdas Ini

Tekno | Selasa, 13 Mei 2014 | 19:48 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB