Array

Studi: Konsumsi Ikan Panggang Per Minggu Tingkatkan Kesehatan Otak

Ririn Indriani Suara.Com
Kamis, 14 Agustus 2014 | 09:44 WIB
Studi: Konsumsi Ikan Panggang Per Minggu Tingkatkan Kesehatan Otak
Ilustrasi ikan. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Hasil studi terkini menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan yang dipanggang satu kali dalam seminggu -- berapapun kandungan asam omega tiganya, dapat meningkatkan kesehatan otak.

Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti dari University of Pittsburgh School of Medicine menganalisis data dari 260 orang soal asupan dietnya.

Hasil studi menunjukkan bahwa orang yang mengosumsi ikan panggang memiliki materi abu-abu (yang bertanggung jawab untuk memori) di daerah otak, yang lebih luas, yakni 4,3 persen dan kognisi (14 persen) dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi ikan secara rutin.

Lebih dari itu, studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine ini juga menunjukkan orang yang rutin mengonsumsi ikan lebih cenderung mengenyam pendidikan tinggi ketimbang orang yang tidak rutin mengonsumsi ikan.

"Studi kami memperlihatkan, orang yang makan makanan diet yang menyertakan ikan panggang, bukan goreng, mempunyai volume wilayah otak lebih besar, yang dihubungkan dengan memori dan kognisi," kata penyidik senior, James T. Becker, Ph.D.,yang juga seorang profesor psikiatri di University of Pittsburgh School of Medicine.

Meski demikian peneliti tidak menemukan hubungan antara perbedaan (volume) otak dan kandungan omega-3.

Menurut Dr. Becker, dibandingkan faktor-faktor biologis, faktor-faktor gaya hidup seperti mengonsumsi ikan, berkontribusi pada perubahan struktural otak.

"Faktor gaya hidup mungkin bertanggung jawab untuk kesehatan otak yang lebih baik, dan ini mungkin mencegah atau menunda masalah kognitif yang dapat berkembang di kemudian hari," imbuhnya.

Efek antioksidan dalam asam omega-3, yang ditemukan jumlah tinggi pada ikan, biji-bijian dan kacang-kacangan dan minyak juga telah diketahui berhubungan dengan peningkatakan kesehatan, terutama kesehatan otak.

Dalam studi ini, para peneliti menganalisa data dari 260 orang soal asupan diet mereka, memiliki resolusi otak tinggi berdasarkan MRI dan secara kognitif normal dalam dua kali selama partisipasi mereka dalam Studi Kesehatan Kardiovaskular (CHS).

Studi yang dimulai dari 1989 hingga 10 tahun berikutnya ini mengidentifikasi faktor-faktor risiko penyakit jantung pada orang berusia di atas 65 tahun.

"Peserta studi CHS menjawab kuesioner tentang kebiasaan makan mereka, seperti berapa banyak ikan yang mereka makan dan bagaimana memasaknya," kata Ketua tim peneliti, Cyrus Raji, M.D., Ph.D.

"Ikan yang dipanggang memiliki kandungan omega-3 lebih tinggi dari ikan goreng, karena asam lemaknya hancur dalam panas tinggi saat menggoreng, jadi kami jadikan ini sebagai pertimbangan saat meneliti hasil scan otak mereka," tambahnya. (Science Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI